Gudang Pembuatan Gula Merah di Gembong Terbakar, Begini Kronologinya

BeritaPati.Com – Gembong, Sebuah pabrik penggilingan tebu untuk pembuatan gula Merah di Dukuh Bergat Rt. 01 Rw. 07 Desa/ Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati terbakar. Rabu, 1 Agustus 2018.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidyati melalui Kapolsek Gembong AKP Giyanto menuturkan, kronologi kejadian, sekitar pukul 09.00 Wib Pada saat menggiling gula merah, tiba-tiba keluar asap dan api dari tumpukan ampas tebu yang letaknya dekat dengan kenalpot mesin Penggilingan tebu selanjutnya api menjalar ke tumpukan ampas tebu lainnya dan membakar gudang, api bisa dipadamkan oleh warga dengan alat seadanya sekitar pukul 10.00 Wib.

Baca juga: Hindari Lubang, Pengayuh Sepeda di Batangan Tertabrak Motor

“Peristiwa kebakaran tersebut terjadi akibat percikan api dari kenalpot mesin Penggilingan tebu. Atas kejadian tersebut tidak ada korban jiwa dan mengalami kerugian sebesar Rp. 50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah),”pungkasnya. (bp)

Razia Narkoba di Lapas Pati, Ditnarkoba Polda Jateng Temukan Hal Mengejutkan

Beritapati.com – Kota, Dua penghuni Lapas Pati dipastikan positif menggunakan narkoba. Hal ini terungkap dalam Razia Gabungan oleh Ditnarkoba Polda Jateng dan Polres Pati dengan sasaran Narkotika dan Zat Aditif terhadap penghuni Lapas Pati yang dikhususkan pada Napi Kasus Narkoba. Rabu, 1 Agustus 2018, di Lapas kelas II B Pati.

Dalam razia tersebut telah melakukan pemeriksaan dan Test Urine terhadap 30 Napi Narkoba Lapas Pati.

Dari hasil Pemeriksaan Tes Urine para Napi Narkoba diatas diketahui ada 2 (dua) Napi yang dinyatakan Positif memakai narkoba yaitu JS dan DA. Sedangkan satu orang Napi lainnya, yakni DS masih dalam pemeriksaan karena urinenya diganti dengan campuran minyak dan air.

Ketiga Napi tersebut merupakan Napi Pindahan dari Lapas Ambarawa dengan kasus penyalahgunaan Narkoba yang masih berada didalam sel karantina Lapas Pati.

Jumlah Napi dan tahanan Lapas Pati sebanyak 385 orang, terbagi dalam 2 blok sebanyak 22 ruang, Narkoba 97 orang, Napi keiminal umum 287 Orang dan Napi teroris 1 Orang.

Hadir dalam razia tersebut antara lain, AKBP Djoko Tjahyono, (Kabagbinopsnal Ditnarkoba Jateng), AKBP Mangisara Manurung, SH ( Kasubdit III Ditnarkoba Jateng), AKBP Tjatoer Boediono (Kasubdit II Ditnarkoba Jateng), AKP Puji Raharjo, SH (Kasat Narkoba Polres Pati), AKP Sugeng Dwi Hariyanto, SH ( Kasat Intelkam Polres Pati), IPTU Sutamto, SH ( KBO sat Sabhara Polres Pati), 12 Personil Ditnarkoba Polda Jateng, 57 Personil Polres Pati dan 40 Pertugas Lapas Pati. (bp)

Jos, Budidaya Ikan Nila di Tayu Ini Terluas se Indonesia

BeritaPati.Com – Tayu, Kabupaten Pati merupakan pembudidaya nila salin pertama terbesar di Indonesia.

Hal ini disampaikan Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Selamet Soebiakto saat mengunjungi Balai Benih Ikan Desa Dororejo Kecamatan Tayu untuk melaksakan dialog terkait budidaya ikan nila salin. Selasa Siang (31/7).

Turut hadir dalam acara tersebut, Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), serta pimpinan OPD terkait.

Menurut Dirjen Perikanan Budidaya, Nila Salin di samping rasa dan ukurannyanya yang unggul dari nila biasanya, kelebihan lainnya terletak pada kulit dan sisik Nila Salin yang dapat mengeluarkan bakteri positif penetralisir hama penyakit. “Dan nila salin biasa disebut dengan chicken of the water oleh masyarakat dunia”, terangnya.

Lebih lanjut Selamet Soebiakto menjelaskan bahwa Kecamatan Tayu Kabupaten Pati merupakan pembudidaya nila salin secara massal pertama di Indonesia. “Di sini 600 hektar bisa dijadikan lahan untuk budidaya nila salin. Oleh karena itu kita konsen di sini karena Pati termasuk sangat menjanjikan untuk budidaya ikan nila salin. Sarana dan prasarana yang kurang memadai tentunya ke depan akan kami dukung sedikit demi sedikit”, imbuhnya.

Setelah menyampaikan sambutannya, Selamet Soebiakto bersama Bupati dan Wabup kemudian menyerahkan secara simbolis bantuan program perikanan budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk Kabupaten Pati berupa bantuan sarana budidaya pada Pokdakan tahun 2017 sebanyak 13 paket senilai Rp 523.267.500,-. Ada pula bantuan budidaya lele sistem biorfok tahun 2017 sebanyak 1 paket senilai Rp 159.623.792,-. Kemudian bantuan alat berat excavator tahun 2018 sebanyak 1 unit senilai Rp1. 146.000.000,-. Terakhir, bantuan benih ikan nila salin, bandeng dan pakan mandiri senilai Rp 161.175.000,-. Bupati Haryanto saat sambutannya menyambut baik program pengembangan nila salin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan ini karena nila salin ini sangat menjanjikan.

“Karena jelas dari segi rasa, tekstur dan ukuran lebih bagus dari nila yang biasa”, imbuh Haryanto. (bp/ hms)

Pengrajin Sepatu Kulit di Wedarijaksa Pati, Banjir Pesanan

BeritaPati.Com – Wedarijaksa, Setelah sebelumnya sukses mendongkrak usaha kecil UMKM Batik Bakaran, dengan mewajibkan Aparatur ASN untuk mamakai seragam batik mina tani, kini Pemkab kembali punya gagasan baru. Bupati kini menyebar edaran untuk mengenakan sepatu dan ikat pinggang produk lokal.

Kebijakan ini tentu saja sangat disambut baik oleh para pengrajin sepatu di Desa Suwaduk Kecamatan Wedarijaksa.

Hal itu terungkap saat Bupati Pati Haryanto dan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) didampingi Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Ahmad Kurnia mendatangi pengrajin lokal sepatu dari bahan kulit di Desa Suwaduk Kecamatan Wedarijaksa, kemarin.

Mustofa dengan produk sepatunya yang bermerk Forist mengaku sempat kuwalahan dalam memenuhi pasar, setelah surat edaran bupati dibuat. Apalagi pasca mengisi stand pameran UMKM yang diadakan beberapa minggu yang lalu, pihaknya langsung kebanjiran order.

Nurhadi pemilik merk sepatu Burrici juga menyampaikan hal yang sama, bahkan produknya sudah mulai dipesan kabupaten tetangga misalnya Jepara dan Kudus.

Namun demikian keduanya mengaku masih mengalami beberapa kendala, diantaranya kekurangan modal, minimnya jumlah tenaga atau karyawan.

Menyikapi hal itu Bupati menyampaikan bahwa Pemkab sudah melakukan pelatihan, penganggaran dan regulasi. “Terlebih Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kami adalah UMKM, perikanan, peternakan dan pemberdayaan, sehingga kami sangat mendukung penuh pelaku UMKM. Contohnya kita ada kebijakan pemakaian batik lokal Mina Tani lalu kini sepatu lokal juga sudah kita buatkan Perbub yang isinya, pegawai wajib menggunakan sepatu lokal, minimal dipakai pada hari kamis. Dan kami pun sudah membuatkan tempat promosinya juga di Plaza Pragolo Pati”, terang Haryanto panjang lebar.

Sementara itu, saat ditanya komentarnya terkait dengan keluhan pengrajin sepatu, Safin menegaskan bahwa sebenarnya untuk tenaga kerja, sudah cukup di Pati. “Nanti kita bantu pemasaran yang ada di pasar pragolo dan kalau bisa dijual online juga agar produk lokal lebih dikenal”,imbuhnya.

Safin juga berharap agar para pengrajin meningkatkan kualitas produk dan jangan segan untuk belajar dari yang sudah bagus, contohnya di Cibaduyut. (bp)

Berusia 100 Tahun, Nenek Sebatang Kara Ditemukan Meninggal di Area Makam Syeh Jangkung

Berusia 100 Tahun, Nenek Sebatang Kara Ditemukan Meninggal di Area Makam Syeh Jangkung
Berusia 100 Tahun, Nenek Sebatang Kara Ditemukan Meninggal di Area Makam Syeh Jangkung

Kayen – Beritapati.com, Seorang nenek sebatang kara ditemukan meninggal dunia di kawasan makam Syech Jangkung turut Dukuh Landoh Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Pati. Senin, 30 Juli 2018.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kapolsek Kayen AKP Sutopo mengungkapkan,  “Identitas nenek tersebut diketahui adalah  Sri Kadarwati Binti Kromowijoyo, menurut pengakuan almarhum sewaktu masih hidup beralamat di Semarang Jateng, umur kurang lebih 100 tahun,”.
Kronologis peristiwa, lanjutnya, “Pada hari Senin, tanggal 30 Juli 2018 sekitar pukul 18.15 Wib, Suroso sedang menjenguk korban, saat posisi berbaring di belakang dapur milik Fatonah dan Suroso mendengar nafas dari korban sesak nafas bersuara agak keras, dan Suroso mendekati, setelah di ketahui korban tidak bernafas kemudian dia memberitahu Sulistiyowati  memberitahu bahwa korban telah meninggal dunia dan Sulistiyowati  memberitahukan ke Fatonah,”.

“Kemudian Fatonah  menghubungi perangkat desa dan kepala desa, lalu kepala desa menghubungi Bhabinkamtibmas Polsek Kayen, kemudian anggota Polsek Kayen menghubungi Dokter Puskesmas Kayen,” imbuhnya.

“Atas permintaan warga setempat, korban menginginkan di makamkan di Lokasi Makam Syeh Jangkung Landoh karena menurut kepercayaan masyarakat setempat, almarhum  memiliki kelebihan dan masyarakat menghrapkan berkah apabila di makamkan di lokasi tersebut. Atas persetujuan Masyarakat yang di ketahui kepala desa biaya pemakaman akan di tanggung masyarakat sekitar  karena tidak di ketahui kelurga ataupun saudaranya,” pungkasnya. (BP)

Ratusan Warga Gadudero Gruduk Kantor BPN Pati, Minta Kejelasan Soal Ini

Ratusan Warga Gadudero Gruduk Kantor BPN Pati, Minta Kejelasan Soal Ini
Ratusan Warga Gadudero Gruduk Kantor BPN Pati, Minta Kejelasan Soal Ini

BERITAPATI– KOTA, Sekitar 120 warga Desa Gadudero Kecamatan Sukolilo, Pati melakukan audiensi ke Kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) masuk Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo Pati. Senin, 30 Juli 2018.

Dengan menggunakan tiga unit truk dan satu bus, warga membawa 1 ( satu ) buah keranda serta kertas yang bertuliskan mempertanyakan kejelasan nasib sertifikat mereka.

Rombongan warga tersebut kemudian diterima oleh Suroso selaku Kasi Hubungan Hukum BPN Pati. Pihak BPN Pati memberi penjelasan bahwa, Desa Gadudero pada tahun 2017 telah ada program pensertifikatan tanah sebanyak 500 bidang, dan sampai dengan saat ini telah jadi sertifikat sebanyak 424, dan masih kurang 76, namun sampai dengan sekarang pihak BPN belum menerima  berkas pengajuan sertifikat atas kekurangan sejumlah tersebut diatas.

Dan untuk pengurusan program pensertifikatan tersebut negara dalam hal ini yang diawaki oleh BPN tidak memungut biaya sepeserpun.

Untuk distribusi sertifikat yang sudah jadi akan kami laksanakan pada hari Kamis, 2 Agustus 2018 di Desa Gadudero Sukolilo secara langsung kepada pemilik.

Dalam pelaksanaan audienai tersebut mendapatkan pengamanan gabungan dari, Polres Pati : 1 ( satu ) Pleton Dalmas, 1 (satu)  Unit Intelkam Bidang Politik, 2 ( dua ) Personil Provost Polres, Polsek Sukolilo : 6  Personil dipimpin Waka Polsek Sukolilo IPTU Wandoyo dan dari Polsek Margorejo : 15 Personil. (BP)

Lupa Matikan Kompor, Satu Rumah di Juwana Nyaris Ludes Terbakar

BeritaPati.Com – Juwana, Rumah milik Dwi Karyati (34 tahun) warga Desa Growong Lor Kecamatan Juwana Kabupaten Pati terbakar. Minggu, 29 Juli 2018 sekira pukul 11.25 Wib.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kapolsek Juwana AKP Didi Dewantoro mengungkapkan, Kronologi kejadian, “sekira pukul 11.25 Wib, Tarib tetangga korban, melihat kepulan asap dari rumah korban yang ditinggal kosong oleh pemiliknya berjualan di lapangan sepakbola Desa Growong Lor, selanjutnya dia berteriak minta tolong kepada Agus, kemudian minta tolong kepada warga yang sedang persiapan mengikuti karnaval Desa, kemudian warga ramai-ramai membantu memadamkan api dan Api dapat dipadamkan oleh warga sekira pukul 12.00 Wib, dengan peralatan seadanya,”.

Bangunan rumah yang terbakar yakni, bentuk Rumah Limasan dengan ukuran bangunan 7 X 13 Meter. Yang terbakar 2 Kamar dengan ukuran masing-masing Kamar 3X3 Meter dengan rincian 1 Kamar tamu berisikan Tempat Tidur, dan Almari sedangkan kamar yang lain ( kedua ) dijadikan gudang tempat penyimpanan kayu bakar .

“Penyebab Kebakaran diduga karena pemilik rumah lupa mematikan kompor yang berdekatan dengan gudang kayu bakar sehingga Api dengan mudah menyambar tumpukan kayu,” pungkas Kapolsek. (pn/ bp)

Diduga Listrik Konslet, Satu Rumah di Guyangan Ludes Dilahap Api

BeritaPati.Com – Trangkil, Diduga karena konsleting listrik, rumah milik Suparno (65 tahun) warga Desa Guyangan RT 03 RW 02 Kecamatan Tangkil Kabupaten Pati. (Sabtu, 28 Juli 2018, sekira pukul 20.00 wib).

Kalaksa BPBD Kabupaten Pati Sanusi Siswoyo dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan api dapat dipadamkan dengan bantuan 4 mobil pemadam kebakaran.

“Rumah yang terbakar berbentuk Klimasan soko 8, ukuran 8×12 meter. Tidak ada korban jiwa maupun luka. Adapun barang – barang yang terbakar antara lain Uang tunai senilai 24 juta, Sertifikat rumah, Sepeda Motor dan Peralatan rumah tangga. Total kerugian ditaksir Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah),” lanjutnya. (pn/ BPBD)

Ngaku Tukang Tebas, Pria Ini Tipu Belasan Petani Padi di Pati

BeritaPati.Com – Tambakromo, S (49 tahun) warga Desa Wonosoco Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus tak berkutik saat dibekuk Unit Reskrim Polsek Tambakromo di rumahnya. Sabtu, 28 Juli 2018.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kapolsek Tambakromo AKP Haryono mengungkapkan, dari tangan pelaku, polisi mengamankan 1 (satu) buah Cincin emas berbentuk akik seberat 10 gram seharga 5 Juta rupiah (hasil kejahatan), 1 (satu) Unit sepeda motor Honda revo, warna hitam, 1 (satu)Buah kunci Honda revo, 1 (satu) lembar STNK, 1 (satu) unit hansphone merk nokia warna biru, 1 (satu)buah helm warna hitam dengan tulisan Honda, 1 (satu) pcs jaket warna gelap (hitam kecoklat – coklatan).

Modus operandi pelaku, lanjutnya, “dengan jalan memakai nama dan alamat palsu berpura pura membeli padi yg sudah di panen petani dengan harga di atas harga pasaran setelah ada kesepakatan jadi dengan pembeli lalu pelaku berpura pura menjual padi milik petani yang diakui milik pelaku kepada pedagang padi, dan untuk menarik pembeli pelaku menjual padi tersebut dengan harga lebih rendah dari harga pasaran, setelah ada kesepakatan jadi kemudian uang dari bos pembeli padi di minta oleh pelaku lalu uang dari bos padi tersebut di bawa lari pelaku,”.

Kronologis kejadian, ungkap AKP Haryono, Pada hari kamis tanggal 10 mei 2018 sekira pkl 18.30 wib telah terjadi tindak pidana penipuan yang terjadi di areal persawaan tepatnya di sebelah barat desa kedalingan turut Ds. Kedalingan Kec .Tambakromo Kab. Pati.

“Pelaku berpura pura sebagai pembeli gabah sesampainya di TKP, pelaku berpura – pura membeli padi milik Darmaji (petani padi) dan Edi (petani Padi) yang beralamatkan di Ds. dalingan Kec. Tambakromo yang sudah di panen oleh petani dengan harga di atas harga pasaran, setelah ada kesepakatan jadi kemudian pelaku menghubungi bos pembeli padi Lasini alamat Ds. payang Kec. Pati berpura pura akan menjual padi milik pelaku dengan cara membawa contoh padi milik petani tersebut dan ditawarkan kepada Lasini (bos pembeli gabah) dengan harga di bawah pasaran dengan tujuan menarik pembeli,” jelasnya.

Sehingga terjadi kesepakatan, sekitar pukul 18.15 wib korban dengan membawa truk bersama pelaku menuju ke tempat kejadian kemudian gabah milik petani tersebut di timbang berat gabah tersebut dan di naikkan truk milik korban, setelah semua gabah berada di atas truk, pelaku minta uang hasil penjualan gabah tersebut kepada korban sebesar Rp. 25 juta rupiah dengan alasan untuk membayar petani gabah tersebut, setelah pelaku menerima uang dari korban sebesar 25 juta, kemudian pelaku berpura pura mengajak Edi ( petani gabah) untuk membeli aqua dan jajan di toko pertigaan desa Kedalingan dengan membawa sepeda motor milik pelaku, posisi Edi membonceng pelaku dan untuk mengelabuhi korban dan para petani kemudian pelaku meninggalkan helm miliknya di TKP, sesampai di toko pelaku memberi uang kepada Edi (petani gabah) sebesar Rp 50 ribu guna membeli aqua dan jajan di toko setelah Edi menuju ke toko kemudian pelaku melarikan diri ke arah utara ( ke arah pati kota) kemudian Edi meminjam motor di sekitar TKP dan berusaha mengejarnya akan tetapi pelaku tidak di ketemukan.

“Setelah terduga berhasil ditangkap kemudian dari hasil pengembangan pemeriksaan yang dilakukan penyidik, pelaku mengakui bahwa pelaku melakukan perbuatan penipuan sebanyak 16 TKP,” jelasnya. (bp)

Pelaku Pembacokan di Margoyoso, Tak Berkutik Saat Dibekuk Polisi

BeritaPati.Com – Margoyoso, Unit Reskrim Polsek Margoyoso berhasil membekuk seorang pelaku penganiayaan berinisial AS, saat itu tersangka usai menonton pertunjukan musik OAM Fals Mania di Desa Tanjungrejo Margoyoso Pati. Jum’at, 27 Juli 2018.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kapolsek Margoyoso AKP Amlis Chaniago menjelaskan, atas perbuatannya pelaku bakal dijerat dengan Pasal 170 K.U.H.Pidana Sub Pasal 351 K.U.H.Pidana tentang dimuka umum secara bersama sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dan atau penganiayaan.

“Peristiwa penganiayaan itu sendiri terjadi pada hari Sabtu, 07 Juli 2018 sekira pkl 22.00 wib Pelapor bersama Saksi-1 dan Saksi-2 bermaksud mencari Kakak pelapor di kantor kec Margoyoso dgn mengendarai SPM Yamaha VEGA akan tetapi tidak ketemu. selanjutnya Pelapor dan Saksi pulang,” ujar Kapolsek.

Sesampainya di Pertigaan Desa Margoyoso, ungkapnya, “Korban berpapasan dengan terlapor dan salah satu terlapor memanggil Pelapor, ternyata yang memanggil adalah terlapor-2. Kemudian Pelapor berusaha menghindar. Tetapi masih dikejar hingga SPM Pelapor dihadang dan ditendang Terlapor-1 sampai roboh. Selanjutnya Pelapor lari dan dikejar Terlapor-3 dgn membawa Clurit kemudian dibacokkan ke kepala belakang. Kemudian Pelapor ditolong warga,”

Kronologis ungkap kasus, lanjutnya, “pada hari Jumat, 27 Juli 2018 sekira pukul 10.00 wib petugas SPKT Margoyoso melakukan pengamanan pertunjukan musik OAM FALS MANIA di Ds. Tanjungrejo, lalu unit Reskrim mendapat informasi bahwa salah satu pelaku ada di lokasi pertunjukan musik tersebut, kemudian unit Reskrim beserta anggota yang lain melakukan penyelidikan bahwa benar salah satu pelaku tersebut di atas ada di lokasi pertunjukan musik, kemudian kami amankan di Polsek Margoyoso,” tandas AKP Amlis. (bp)