Maling Bobol Konter HP di Pati, Setengah Milyar Melayang

Maling Bobol Konter HP di Pati, Setengah Milyar Melayang

BeritaPati.Com – Kota, Sebuah toko penjual handphone TELERING  yang terletak di Ruko Center Pati C2 Jl. Panglima Sudirman No 207 Pati, dibobol maling. Selasa, 7 Agustus 2018.

Kronologis kejadian, jelas Kapolsek Pati Kota IPTU Pujiati, “Awal mula kejadian pada hari Selasa tanggal 07 Agustus 2018 sekitar pukul 08.00 Wib, korban mendapat telepon dari salah satu karyawan tokonya, memberitahukan bahwa mendapati pintu toko rusak dan brankas dalam toko juga rusak, saat mendapat telf pelapor/korban sedang berada di semarang,”.

Selanjutnya karyawan toko, memberi kabar bahwa barang – barang HP yang tersimpan di Toko dan dibrankas hilang dicuri orang, mendapat kabar tersebut korban memerintahkan karyawan untuk menjaga toko dan diam dulu, kemudian korban melaporkan ke atasan atau pimpinan toko.

“Setelah melapor kepimpinan toko, berangkat mengecek keadaan dilokasi toko  dan ternyata benar barang – barang yang ada di Toko telah hilang dicuri orang, adapun barang – barang yang telah hilang dicuri orang adalah sebanyak 233 (Dua ratus tiga puluh tiga) Unit berbagai merk/jenis HP,” lanjutnya.

Atas kejadian tersebut Pelapor/korban mengalami kerugian sekitar Rp. 444.673.920,- (Empat ratus empat puluh empat juta enam ratus tujuh puluh tiga sembilan ratus dua puluh ribu rupiah). Salanjutnya  melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pati guna penyelidikan lebih lanjut. (bp)

Modus Penipuan Dengan Cara Pesan HP Lagi Marak di Pati

Modus Penipuan Dengan Cara Pesan HP Lagi Marak di Pati
Modus Penipuan Dengan Cara Pesan HP Lagi Marak di Pati

BeritaPati.com – Kriminal, Polsek Pati telah menerima laporan atau pengaduan tentang dugaan Penipuan dan atau penggelapan yang terjadi pada Senin, 06 Agustus 2018, sekira pukul 11.15 WIB.

“Peristiwa itu terjadi di Lobi STIMIK AKI Pati, turut, Kampung Kauman kelurahan Pati Kidul Kecamatan/ Kabupaten Pati,” kata Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kapolsek Pati Kota Iptu Pujiati.

Kronologi kejadian, jelasnya, “saat itu, korban Noor Fitri sedang stay di Surya phone Pati, kemudian ada seseorang tanya – tanya perihal harga HP OPPO, dan saat itu seseorang tersebut menawar HP OPPO F7 , Kemudian korban kasih brosur dan nomer HP milik korban. Setelah itu orang tersebut pergi,”

“Selang beberapa saat orang yang sebelumnya bertanya – tanya di Surya phone tersebut,juga menyuruh korban membawa HP biasa seharga Rp. 700.000 an, (tujuh ratus ribu) sekalian menyuruh mengirimkan dan mengantarkan ke STIMIK AKI dan saat itu orang tersebut mengaku bernama Yanto, dan selanjutnya korban bersama temannya , Noya menuju ke STIMIK AKI, setelah bertemu seseorang yang mengaku bernama Yanto.

“Kemudian seseorang tersebut mengasih DP pembelian Hp OPPO kepada korban sebesar Rp. 215.000 ( dua ratus lima belas ribu rupiah), di suruh mengirimkan ke MTs Islam menemui istrinya yakni Tutik,” lanjutnya.

Lalu korban menuju ke MTs Islam untuk menemui Tutik masalah pembayaran tersebut, kemudian korban bertanya kepada salah satu guru MTs Islam tersebut, setelah menanyakan ternyata tidak ada atas nama Tutik. Selanjutnya korban kembali ke STIMIK AKI untuk menemui dari orang yang mengaku atas nama Yanto selanjutnya korban menanyakan kepada temannya yang bernama Noya tentang orang tersebut, dan ternyata orang tersebut sudah pergi dengan membawa HP OPPO F7.

“Kemudian selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pati. Polisi masih mendalami kasus ini,” tandas Kapolsek.

“Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian Sekitar Rp 3.999.000,- (Tiga juta sembilan ratus sembilan puluh ribu rupiah),” pungkasnya. (BP)

Gudang Farmasi di Pati Terbakar, Diduga Ini Penyebabnya

Gudang Farmasi di Pati Terbakar, Diduga Ini Penyebabnya
Gudang Farmasi di Pati Terbakar, Diduga Ini Penyebabnya

Beritapati – Kota, Senin, 06 Agustus 2018 sekitar pukul 20.20 Wib telah terjadi kebakaran gudang milik PT.BSP / Bina San Prima Pati Jl Pemuda nomor 250 Pati. turut Kampung Dosoman Kelurahan Pati Wetan Rt 06/01 Kecamatan /Kabupaten Pati.

Kronologis kejadian, ungkap Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kapolsek Pati Kota IPTU Pujiati, sekitar pukul 20.00 Wib awal mula Gunawan membakar sampah barang barang experied ditempat gudang sampah meliputi produk Makanan, Kesehatan, Farmasi, Obat dan Kebutuhan Konsumer lainnya.

“Karena banyaknya barang barang yang dibakar selanjutnya sekitar pukul 20.20 Wib api mulai membesar dan tidak bisa dikendalikan. Selanjutnya Satpam Sutrisno menghubungi PMK dan Polsek Pati untuk meminta bantuan . Api berhasil dipadamkan pada pukul 21.30 Wib dengan bantuan 4 unit truk Damkar,” lanjutnya.

Bangunan yang terbakar berupa gudang penyimpanan barang experied berukuran 10×10 Meter yang berisikan barang bekas tidak terpakai / barang experied kadaluarsa

Kerugian yang ditimbulkan belum bisa ditaksir. Penyebab kebakaran diperkirakan berasal dari pembakaran sampah obat yang kadaluarsa. (BP)

Peringatan Hari Jadi ke 695, Bakal Sarat Dengan Adat Pati

Peringatan Hari Jadi ke 695, Bakal Sarat Dengan Adat Pati
Peringatan Hari Jadi ke 695, Bakal Sarat Dengan Adat Pati

BeritaPati.com – Kota, Hari Jadi Kabupaten Pati yang diperingati tiap tanggal 7 Agustus, telah menjadi agenda rutin bagi Pemerintah Kabupaten Pati untuk mempersiapkan berbagai prosesi hari besar di kabupaten ini.

Rangkaian kegiatan mesti dilalui oleh jajaran pejabat di lingkup Pemkab Pati, tak terkecuali pada Hari Jadi Kabupaten Pati ke 695 tahun 2018 ini. Sejumlah kegiatan telah disusun oleh panitia Peringatan Hari Jadi ke 695 Kabupaten Pati, namun ada beberapa perbedaan pada perayaan Hari Jadi tahun 2018 ini.

Seperti yang diungkapkan Ketua Panitia Peringatan Hari Ulang Tahun ke 73 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke 695 Kabupaten Pati tahun 2018, Ifan Bustanuddin dimana tahun ini seluruh tamu undangan pada upacara Hari Jadi Pati ke 695 pada 7 Agustus, diwajibkan memakai baju adat Pati. “Seluruh tamu undangan termasuk Forkompimda hingga para petugas upacara, memakai baju adat Pati,” terang Asisten Administrasi Sekda itu.

Tak hanya itu, pada upacara nanti Bupati Pati yang bertindak sebagai inspektur upacara, akan memberikan sambutan dalam bahasa Jawa. “Demikian halnya dalam pembacaan sejarah Kabupaten Pati dan doa, para petugas akan berbahasa Jawa,” imbuh Ifan.

Di tahun- tahun sebelumnya, Ifan menerangkan pemakaian baju adat Pati, hanya saat Rapat Paripurna DPRD Pati setiap tanggal 6 Agustus, yang berlangsung di malam hari. Sedangkan saat pelaksanaan upacara jajaran Forkompimda dan tamu undangan tidak memakai baju adat.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mempunyai harapan besar dengan penggunaan baju adat Pati dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Pati. Ia mengungkapkan, dengan menggunakan baju adat Pati ia berharap baju asli Pati ini semakin dikenal.

Demikian halnya dalam pemakaian bahasa Jawa saat memberikan sambutan. Bupati mengatakan, hal ini sebagai upaya nguri – uri budaya Jawa, serta menunjukkan identitasnya sebagai wong Pati. “Pemakaian baju adat dan penggunaan bahasa Jawa ini, merupakan upaya Pemerintah daerah dalam mempertahankan tradisi luhur yang telah dimiliki Pati,” tegasnya. (hMS)

Mahasiswa Undip Asal Pati, Sabet Medali Emas di Negeri Ginseng

BeritaPati.Com – Kota, Sebagai warga Pati kita patut bangga, pasalnya salah satu mahasiswa Undip asal Desa Sitimulyo Kecamatan Pucakwangi Pati berhasil meraih medali emas di WICO (world ivention creativity Olympic ) Korea selatan, sabtu (4/8/2018).

Kegiatan yang diselenggarakan di negara gingseng tersebut merupakan event pameran hasil penelitian. Wanita bernama Sulat ini, bersama timnya dari fakultas sains dan matematika memamerkan hasil penelitian berupa alat pengeringan ikan dan alat pereduksi logam berat yang terbuat dari silver dopping zink oxside dengan sistem fotokatalisis.

Putri kelima bapak Sukur ini menyampaikan bahwa penghargaan tersebut didedikasikan untuk orang tuanya. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan kepadanya.

Dirinya tak menyangka dapat meraih medali emas, meski awalnya kurang percaya diri, timnya dapat bersaing dengan peserta dari empat puluh negara lainnya. (pn/ sn)

Pati Surga Kuliner, Bakal Jadi Menu Peserta Asian Games 2018

BeritaPati.Com – Kota, Kuliner Pati seperti Nasi Gandul, Soto Kemiri, Gethuk dan Lopis Runting bakal menjadi menu bagi peserta Asian Games 2018.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi X DPR RI Djoko Udjianto dalam Festival Kuliner Tradisional dan Pameran Ekonomi Kreatif yang digelar di Alun-alun Simpang lima Pati. Sabtu, 04 Agustus 2018.

“Semoga Kabupaten Pati menjadi tujuan wisata kuliner karena Pati terkenal masakannya yang enak dari kelautan, perikanan, perkebunan peternakan pertanian. Sebentar lagi Indonesia menjadi penyelenggara Asian Game 2018 mudah-mudahan Kuliner Pati bisa diperkenalkan di ajang Asian Game tersebut semoga kuliner pati dikenal oleh negara se asia,” ujarnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Pati Haryanto bersama Forkopimda Pati. Dalam Sambutannya Bupati mengungkapkan, Festival Kuliner Tradisional dan Pameran Ekonomi Kreatif Khas Pati 2018 ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kemerdekaan RI ke 73 dan Hari Jadi Kota Pati ke – 695 Tahun.

“Dengan festival ini, kita memeriahkan hari kemerdekaan sekaligus memberikan hiburan bagi masyarakat. Ada aplikasi GOLEH gowo oleh oleh, jadi bisa memesan kuliner lewat online. Kami memberikan peluang pelaku UMKM semakin maju dan berkembang,” kata Bupati. (pn/ wt)

Anggota Polisi Terkena Lemparan Batu, Saat Amankan Konser Dangdut di Tlogowungu

BeritaPati.Com – Tlogowungu, Unit Reskrim Polsek Tlogowungu telah mengamankan pelaku penganiayaan terhadap seorang anggota polisi saat melerai keributan Orkes Dangdut di Desa Sumbermulyo Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati. Sabtu, 4 Agustus 2018.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kapolsek Tlogowungu AKP Puni Rahayu mengungkapkan, “Pelaku HI bakal dijerat dengan Pasal 351 K.U.H.Pidana Subsidair Pasal 213 ke 1e K.U.H.Pidana tentang Penganiayaan dan atau melawan Pegawai Negeri yang sedang melaksanakan tugas dengan kekerasan sampai mengakibatkan luka,”

“Akibat peristiwa itu, Sudiyanto, (46 tahun) Anggota Polsek Tlogowungu, mengalami luka dibagian kepala dan harus dirawat di Rumah Sakit,” lanjut.

Kronologis kejadian, ungkapnya, sekira pukul 22.45 wib, pada saat pertunjukan Dangdut Yosan di Dk. Tempel Ds. Sumbermulyo Rt. 05 Rw. 02 Kec. Tlogowungu Kab. Pati, pada penghujung acara kurang dua lagu ada keributan saling dorong di depan panggung.

“Anggota Polsek Tlogowungu yang melaksanakan giat pengamanan segera meredam kejadian tersebut, pada saat korban melaksanakan tugas melerai keributan, tiba-tiba pelaku melempar pecahan batu bata tersebut tepat di kerumunan masa dan mengenai korban di bagian bawah mata sebelah kiri. Pelapor dan saksi setelah mengetahui kejadian tersebut langsung mengamankan Terlapor ke Mapolsek Tlogowungu untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan. Tersangka mengakui kesalahannya, dan mengakui telah melempar batu kearah korban,” lanjutnya. (pn/ wt)

Iseng Rekam Tetangga Mandi, Warga Dukuhseti Harus Berurusan dengan Polisi

BeritaPati.Com – Dukuhseti, SKN, warga Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti harus berurusan dengan polisi. Karena aksi jahil merekam tetangga yang sedang mandi, akibatnya pria berusia 32 tahun itu kini dikenai Pasal 35 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman pidana 12 tahun.

Kapolres Pati, AKBP Uri Nartanti melalui Kapolsek Dukuhseti AKP Sunaryo melalui Kanit Reskrim Ipda Moh Ali, SH membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kasus tersebut terjadi pada tanggal 13 April lalu. Setelah melaui proses penyidikan yang panjang dan rumit, akhirnya kasus tersebut pada akhir Juli berkas perkara dinyatakan sudah P-21 atau lengkap dan siap disidangkan.

Kepada Polisi, SKN mengakui perbuatannya tersebut lantaran iseng. Awalnya, ia baru pulang berbelanja dari toko yang bersebelahan dengan rumah korban. Saat melintas disamping rumah korban, ia melihat pintu dapur terbuka. Saat itulah, ia melihat korban menuju kamar mandi dengan hanya memakai handuk.

“Karena melihat korban akan mandi, terlintas keingan saya untuk melihat tubuh korban tanpa busana. Karena ventilasi kamar mandi terlalu tinggi, maka saya berinisiatif untuk merekam adegan mandi,” ujar SKN, Sabtu (04/08).

Apes bagi pria yang berprofesi sebagai nelayan itu, karena aksinya diketahui korban. Seketika korban berteriak saat melihat telepon gengam yang mengarah kepadanya. Karena kaget mendengar teriakan korban, SKN lari tunggang langgang.

“Saat itu korban berteriak sopo iku sing ngrekam aku (siapa itu yang merekam saya). Karena panik, saya langsung lari. Dan ternyata saat itu juga suami korban mengejar saya sampai rumah dan langsung meminta handphone saya,” kata SKN.

“Setelah tiga bulan berjalan, akhirnya pekan depan kita akan mengikirmkan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kasus ini cukup menguras tenaga dan pikiran karena kita harus mendatangkan sejumlah saksi ahli. Dan menunggu hasil pembuktian dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri Cabang Semarang,” terangnya.

Ipda Moh Ali juga mengatakan, kasus pornografi yang sedang ditangani baru pertama kali di wilayah hukum Polres Pati yang berhasil sampai tahap P-21. Dalam kasus ini pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit hp merek Andromax A2 warna kuning keemasan.

“Dengan kejadian ini, kami berharap kepada warga untuk lebih bijak dalam memanfaatkan tehnologi alat komunikasi. Karena meskipun kita anggap sepele, aksi merekam orang yang sedang mandi bisa berurusan dengan hukum,” imbaunya. (pn / wt)

Jambret Seorang Karyawati di Tambakromo, Pria Ini Dibekuk Polisi

BeritaPati.Com – Tambakromo, Unit Reskrim Polsek Tambakromo telah melakukan penangkapan terhadap seorang laki – laki yang diduga sebagai pelaku tindak pidana Pencurian dengan Pemberatan. Jumat, 03 Agustus 2018.

“Dari tangan D, polisi berhasil mengamankan satu buah kardus dari Hp Merk Xiaomi Redmi 4X gold, satu buah kardus dari Hp Merk Huawei Y3, dua lembar Kwitansi pembelian Hp, satu Unit Hp Xiaomi Redmi 4X gold, satu jaket jamper warna abu – abu dengan merk Nevada, satu buah helm berwarna hitam,” ungkap Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kapolsek Tambakromo AKP Haryono.

Modus operandi pelaku dengan membuntuti korban sesampai ditempat yang sepi kemudian pelaku merampas tas korban.

Kronologis kejadian, lanjutnya, “Peristiwa itu terjadi pada hari Senin tanggal 09 Oktober 2017 silaam, telah terjadi tindak pidana Pencurian dengan pemberatan yang terjadi di jalan Gabus – Tambakromo tepatnya perempatan Kongsen turut Ds. Angkatan lor Kec.Tambakromo Kabupaten Pati, awal mula kejadian adalah korban yang merupakan karyawati hotel hendak pulang menuju kerumah dengan mengendarai sepeda motor scoppy miliknya, setibanya di daerah Ngantru Ds. Gajahmati korban merasa curiga bahwa korban diikuti oleh seseorang. Sekira pukul 22.15 Wib karena korban merasa takut kemudian korban berhenti di SPBU gabus sambil mengisi bensin”.

“Setelah dirasa aman kemudian korban melanjutkan perjalanan menuju kerumah, sekitar pukul 22.30 Wib setibanya diperempatan jalan Kongsen sewaktu korban hendak berbelok kearah timur kemudian dari arah belakang korban dipepet oleh seorang laki – laki yang mengendarai sepeda motor Honda Scoppy warna Coklat dari sebelah kanan & sewaktu posisi korban dengan orang tersebut sejajar kemudian orang tersebut mengambil tas milik korban tanpa seijin korban selaku pemilik barang dimana tas tersebut diletakkan didepan dasbor sepeda motor (antara stang sepeda motor dengan kaki korban) miliknya, setelah orang tersebut berhasil mengambil & menguasai tas milik korban kemudian orang tersebut melarikan diri kearah selatan (arah Tambakromo), setelah tas milik korban diambil oleh seseorang yang tidak dikenalnya kemudian seketika korban meminta tolong kepada warga sekitar & pada saat itu korban dengan dibantu oleh warga sekitar mengejar orang yang diduga sebagai pelaku pencurian tersebut, tetapi tidak tertangkap,” urainya.

Setelah peristiwa Pencurian tersebut terjadi kemudian korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Tambakromo guna ditindak lanjuti.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian materiil senilai Rp. 3.780.000,- (tiga juta tujuh ratus delapan puluh ribu rupiah).

Sedangkan Kronologis ungkap kasus, “dari hasil lidik keberadaan pelaku tersebut sehingga pada hari Jumat tanggal 03 Agustus 2018 sekitar pukul 13.30 Wib Unit Reskrim Polsek Tambakromo berhasil mengamankan pelaku didepan rumah rekan pelaku,” tandas Kapolsek Tambakromo. (pn/ wt)

Dana Tak Bisa Dicairkan, Enam Nasabah Koperasi Lapor ke Polsek Kayen

BeritaPati.Com – Kayen, Polsek Kayen mengamankan SW, warga Jakenan karena diduga menggelapkan uang nasabah. Rabu, 1 Agustus 2018.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kapolsek Kayen AKP Sutopo mengungkapkan, dugaan penggelapan dilakukan dalam kurun waktu bulan April hingga Desember 2016, di salah satu koperasi yang berkantor di Kayen.

“Pelapor atau anggota koperasi yang melaporkan hal ini berjumlah enam orang. Barang bukti yang diamankan diantaranya foto Copy dokumen akta jual beli dan sertifikat serta buku tabungan/kwitansi nasabah,” ujarnya.

Korban mengalami kerugian sebesar Rp. 74.870.339,- (tujuh puluh empat juta delapan ratus tujuh puluh ribu tiga ratus tiga puluh sembilan rupiah).

Kronologis ungkap kasus, jelas Kapolsek, Pelapor dalam kurun waktu bulan April s/d Desember 2016, pernah menyimpan dananya di Koperasi MK yang diketuai oleh terlapor, jumlah tabungan yang bervariasi sesuai buku tabungan yang dimiliki masing-masing korban dan dijamin bahwa dana yang di simpan tersebut aman dan sewaktu – waktu dapat/bisa diambil.

“Tetapi pada kurun waktu bulan April s/d Desember 2016, pelapor (korban yang berjumlah 6 orang), pada saat akan mengambil tabungannya yang di simpan di dengan jumlah keseluruhan dana tabungan sebesar Rp. 74.870.339,- (tujuh puluh empat juta delapan ratus tujuh puluh ribu tiga ratus tiga puluh sembilan rupiah) namun tidak dapat diambil dananya dengan alasan kesulitan keuangan atau tidak ada uang dan berjanji akan mengembalikannya namun kenyataannya sampai sekarang tidak dikembalikan dana nasabah milik pelapor bahkan kepemilikan aset berupa 1 (satu) bidang tanah dan bangunan Kantor Koperasi MK yang terletak di Jln Pati-Kayen Km. 18 turut Ds. Kayen Kec. Kayen Kab. Pati telah dijual kepada BR warga Ds. Karaban Kec. Gabus Kab. Pati dengan harga Rp. 900.000.000,- (sembilan ratus juta rupiah) dengan bukti foto copy sertifikat dan akta jual beli terlampir bukan digunakan untuk mengembalikan/membayar uang nasabah namun untuk kepentingan sendiri,” urai Kapolsek panjang lebar.

Atas kejadian tersebut Pelapor/korban mengalami kerugian sebesar sebesar Rp. 74.870.339,- (tujuh puluh empat juta delapan ratus tujuh puluh ribu tiga ratus tiga puluh sembilan rupiah), bahkan pelapor/korban sudah berkali-kali menanyakan kepada pihak Koperasi MK namun sampai sekarang tidak ada kepastian untuk mengembalikan dana milik nasabah/pelapor.

“Dari hasil penyelidikan tersebut penyidik menyimpulkan bahwa perkara yang diadukan telah memenuhi unsur pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP Subsidair 372 KUHP selanjutnya penyidik meningkatkan dari proses Penyelidikan menjadi Penyidikan sehingga pada hari Rabu, tanggal 01 Agustus 2018 sekitar jam 14.30 Wib telah diketahui keberadaan pelaku di Jln. Raya Pati-Kayen turut Ds. Gebang Kec. Gabus Kab. Pati bersama DB selanjutnya tim Unit Sat Reskrim Polsek Kayen melakukan penangkapan terhadap pelaku kemudian dibawa ke Polsek Kayen guna proses Penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (pn/ wt)