Tak Butuh Waktu Lama, Tim Buser Ringkas Tiga Pelaku Curanmor, Begini Kronologinya

BeritaPati.Com – Kriminal, Tim Resmob Sat Reskrim Polres Pati telah berhasil ungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan hasil sepeda motor (Curanmor). Jum’at, 21 September 2018.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kasat Reskrim AKP Yusi Andi Sukmana mengungkapkan, kasus itu terjadi pada Rabu tanggal 12 Septembr 2018 sekitar pukul 22.30 WIB lalu. “TKPnya di Desa Gajahmati Rt 01/01 Kecamatan Pati Kabupaten Pati,” ujarnya.

“Pelaku yang diamankan adalah T, M, dan S. Dari tangan pelaku diamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam, satu lembar STNK, dua plat Nomor Polisi, satu kunci sepeda motor yang telah di duplikat,” bebernya.

Pelaku bakal dijerat dengan Pasal Pencurian dengan Pemberatan Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUH.Pidana.

Kronologis kejadian, lanjutnya, “Pada hari Rabu tanggal 12 September 2018 korban menjemput atau mengantar nasi gandul ke Puri, kemudian korban kembali kerumah dan memarkir motor di dalam rumah,”.

Pada pukul 23.30 wib pelapor terbangun dan mendapati pintu rumah dalam keadaan terbuka dan sepeda motor sudah tidak ada. “kemudian membangunkan saksi 1 dan menanyakan motor Honda beat juga tidak tahu kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pati Kota,”.

Setelah unit Resmob mendapat laporan adanya pencurian sepeda motor tersebut, kemudian team melaksanakan Lidik terhadap pelaku dan barang buktinya.

“Kemudian pada hari Jumat tanggal 21 September 2018 sekira pukul 19.30 wib team berhasil mengamankan pelaku T di depan Indomaret turut Desa Sidokarto Kecamatan Pati Kota. Setelah diintrogasi motor hasil pencurian dijual lewat M dan di jual lagi kepada S, selanjutnya para pelaku di amankan beserta barang buktinya,” imbuhnya. (bp)

Puluhan Pelajar SMK di Pati Terlibat Tawuran, Diduga Hal Ini Penyebabnya

BeritaPati.Com – Kota, Jumat, 21 September 2018 sekitar pukul 13.00 Wib telah terjadi perkelahian antar pelajar antara dua SMK di Pati berjumlah 50 orang.

Kapolsek Pati Kota IPTU Pujiati mengatakan bahwa terjadinya perkelahian pelajar itu belum jelas permasalahannya, ada oknum pelajar dari gabungan dua SMK langsung melempari gedung sekolah dengan batu, dan langsung berlari ke arah Barat dengan menggunakan sepeda motor, kurang lebih 20 pelajar.

“Sekira pukul, 13.00 Wib, SMK tersebut didatangi kembali gabungan pelajar dan menyerang, merasa sekolahnya di serang, siswa SMK memberi perlawanan hingga terjadi perkelahian antara siswa,” ujarnya.

Diperkirakan, perkelahian dipicu oleh mantan siswa SMK yang sakit hati karena dikeluarkan dengan mengajak rekannya.

Barang bukti berupa empat unit sepeda motor telah diserahkan ke Satlantas Polres Pati untuj dilakukan penilangan. Pelaku telah dipertemukan dengan orang tuanya dan pihak sekolah dan dibuatkan surat pernyataan. (bp)

Tak Disangka, Polisi Temukan 91 Botol Miras di Sebuah Gudang Kosong di Juwana

BeritaPati.Com – Juwana, Jajaran Polsek Juwana Polres Pati mengamankan sebanyak 91 botol minuman keras dari berbagai merk dan jenis, dalam operasi Cipta Kondisi yang dilaksanakan dalam rangka Kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) dengan sasaran minuman keras (Miras) di wilayah Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Rabu (19/09/2018).

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, SIK, MSi melalui Kapolsek Juwana Pati AKP Eko Pujiyono mengatakan minuman keras tersebut disimpan di gudang kosong berlokasi di Desa Growong Kidul Kecamatan Juwana Kabupaten Pati.

“Saat penggrebegan petugas menemukan 91 Botol Miras berbagai merk dan Gudang dihuni oleh seorang Pria berinisial ST (34) warga setempat,” Ungkap Kapolsek.

Kapolsek Menjelaskan, hasil temuan minuman beralkohol sebanyak 91 botol yang terdiri dari : 48 botol minuman beralkohol jenis Vodka ukuran 250 ml, 17 botol minuman beralkohol jenis Mansion house ukuran 330 ml dan 26 botol minuman beralkohol (Congyang) cap Tiga Orang ukuran 330 ml

“Bahwa tujuan operasi miras tersebut adalah untuk menekan terjadinya gangguan kamtimas yang bermula dari minuman keras. Selain itu, guna menciptakan situasi kondusif menjelang Pemilu 2019”. Pungkasnya. (bp/ dok Humas Polres Pati)

Toko Kelontong di Margomulyo Tayu Terbakar, Kerugian Ditaksir 50 Juta Rupiah

BeritaPati.Com – Tayu, Toko Kelontong/Sembako yang terletak di Jalan raya Tay – Juwana turut Desa Margomulyo Rt.03 Rw. 01 Kecamatan Tayu Kabupaten Pati, terbakar pagi tadi. Rabu, 19 September 2018 sekitar pukul 07.00.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kapolsek Tayu AKP Sayadi mengungkapkan, “sekitar pukul 07.00 Wib, korban di rumah, melihat api sudah membakar bagian atap toko dan korban minta bantuan Kadafi dan Anis berserta warga,”.

Kemudian satu Unit Damkar dari PG Pakis Baru, untuk memadamkan api yang sudah membakar toko dan api padam pada pukul 08.00Wib.

“Akibat kebakaran tersebut, Sukartini (50 tahun), pemilik toko mengalami luka bakar di wajah dan dibawa ke RSI Margoyoso. Penyebab Kebakaran diduga karena hubungan arus pendek listrik. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian materil kurang lebih sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah),” pungkasnya. (bp)

Gudang Penggilingan Padi di Kayen Digasak Maling, Beras 90 Karung Raib

BeritaPati.Com – Kriminal, Kejadian currat (pencurian dengan pemberatan) terjadi di gudang penggilingan padi milik Bunari turut Desa Boloagung Rt 01 rw 01 Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Senin, 17 September 2018, sekitar pukul 06.00 wib.

Kronologi kejadian, ungkap Kapolsek Kayen, sekira pukul 06.15 Wib Samijan sedang olahraga pagi dan melihat pintu gudang penggilingan padi dalam keadaan terbuka, kemudian dia memberitahukan kepada Pemilik gudang selanjutnya Febian selaku anak pemilik gudang mengecek gudang penggilingan padi tersebut mendapati bahwa kunci gembok pagar dan pintu gudang rusak.

Dan mengecek ke dalam gudang ternyata beras dalam sak telah hilang, selanjutnya Febian pulang ke rumah memberitahukan kepada orang tuanya, dan mengecek sendiri ke tempat gudang penggilingan padi miliknya dan mendapati beras dalam sak, sebanyak 90 (sembilan puluh) sak yang terletak di dalam gudang telah hilang
Akibat kejadian ini, pemilik gudang ditaksir mengalami kerugian senilai Rp. 32.400.000,- (tiga puluh dua juta empat ratus ribu rupiah). (bp)

Satu Ruang Kelas SMK Diponegoro Juwana Terbakar, Begini Kronologinya

Beritapati.com – Juwana, Satu ruang Kelas Xll Teknik Audio Video SMK Diponegoro Juwana turut Desa Karangrejo Dukuh Mencolo Rt.05 Rw.01 Kecamatan Juwana Kabupaten Pati terbakar. Senin, 17 September 2018 sekira pukul 06.30 Wib.

Kronologis kejadian, ungkap Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kapolsek Juwana AKP Eko Pujiyono, “saat itu, petugas kebersihan membakar sampah di tempat sampah yang posisinya disebelah ruang kelas, selanjutnya dia pulang kerumah untuk mandi dan meninggalkan lokasi dalam keadaan sampah masih terbakar, kemudian seorang guru mendengar suara benda jatuh dan mencari asal sumber suara tersebut dan melihat Api di atap ruangan sudah membesar kemudian berteriak meminta tolong kepada teman dan warga sekitar untuk memadamkan api tersebut,”.

“Api dapat dipadamkan dengan bantuan 2 unit Damkar PemKab. Pati, dibantu oleh warga sekitar. Kejadian kebakaran tersebut murni kelalaian sisa pembakaran sampah dan tidak ada sabotase dari Pihak tertentu,” ujarnya.

Atas kejadian kebakaran tersebut pihak SMK Diponegoro ( Yayasan Al Ma’arif ) mengalami kerugian sebanyak lebih kurang Rp. 40.000.000,- ( empat puluh juta rupiah ), dengan rincian yang terbakar atap, meja kursi dan almari. (bp)

Pelaku Begal di Cluwak, Bawa Clurit Untuk Ancam Korbannya

BeritaPati.Com – Cluwak, Tim Resmob Sat Reskrim Polres Pati telah berhasil mengungkap kasus tindak pidana Pencurian dengan Kekerasan (Curras) atau begal yang terjadi di lokasi Pasar Anyar depan Pos Ojek turut Desa Ngablak Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati, Minggu, 09 September 2018 lalu.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kasat Reskrim AKP Yusi Andi Sukmana mengungkapkan, ketiga pelaku adalah RH, W dan S.

“Dari tangan tersangka, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, yakni, satu unit sepeda motor Honda Scopy hasil dari kejahatan TKP cluwak, satu unit Honda CB 150 (sebagai sarana untuk melakukan kejahatan), satu unit sepeda motor Honda CBR warna putih,” kata AKP Yusi.

Lanjutnya, “satu kantong kain warna hitam berisi satu set kunci kunci leter T ( 4 biji ) dan 2 kontak sepeda motor, satu senjata tajam jenis Clurit, satu senjata tajam jenis pisau penusuk, satu buah HP merk Nokia yang di beli dari hasil penjualan sepeda motor Honda Beat TKP Tayu, dua ) jaket yang di beli dari hasil penjualan sepeda motor Honda Beat TKP Tayu,”.

Modus operandi pelaku dengan mengambil paksa sepeda motor dengan cara pelaku mengarahkan senjata tajam jenis celurit ke arah korban untuk mengancam, kemudian merampas sepeda motor dari korban.

“Pelaku bakal dijerat dengan pasal Pencurian dengan Kekerasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 KUHPidana,” imbuh Kasat Reskrim Polres Pati itu.

Kronologis kejadian, bebernya, Pada hari Minggu 09 September 2018 sekira pukul 00.30 wib korban pulang dari membeli kopi di lokasi pasar Ngablak Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati sampai di lokasi Pasar Anyar Ngablak korban berhenti menunggu temannya

“Tiba – tiba, korban di datangi 2 ( dua ) orang pelaku menggunakan motor CBR 150 hitam rangka merah kemudian mengeluarkan senjata tajam berupa clurit dan di arahkan ke korban kemudian korban takut dan pelaku mengambil paksa / membawa sepeda motor korban. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp. 9.000.000 kemudian kejadian tersebut di laporkan di Polsek Cluwak,” tandasnya.

Kronologis ungkap kasus, “Setelah Tim Resmob mendapatkan laporan adanya kejadian pencurian dengan Kekerasan di wilayah Polsek Cluwak kemudian team melaksanakan penyelidikan terhadap pelaku dan barang bukti hasil kejahatan,”.

Kemudian pada hari Sabtu tanggal 15 September 2018 sekira pukul 22.00 wib, “Tim mengamankan W alias sebagai Penadah sepeda motor Honda Scopy hasil kejahatan TKP Cluwak setelah di introgasi mengakui Honda Scopy di beli dari Y yang di duga sebagai Pelaku Curras, selanjutnya team melaksanakan penyelidikan terhadap keberadaan terduga pelaku, dan pada hari Sabtu tanggal 15 September 2018 sekira pukul 22.30 wib tim berhasil mengamankan pelaku di jalan raya Tayu – Cluwak pada saat mengendarai sepeda motor Honda CB 150 Hitam,” ungkapnya lagi.

“Sampai saat ini, masih dalam pengembangan untuk mencari TKP dan barang bukti yang lain,” pungkasnya. (bp)

Satu Korban Kapal Pecah di Perairan Dukuhseti Belum Ditemukan, Tim SAR dan Relawan Lanjutkan Pencarian

Satu Korban Kapal Pecah di Perairan Dukuhseti Belum Ditemukan, Tim SAR dan Relawan Lanjutkan Pencarian

BeritaPati.Com – Dukuhseti, Minggu, 16 September 2018, BPBD bersama Relawan dan Basarnas melakukan pencarian nelayan yang belum ditemukan saat mengalami laka laut (Sabtu, 15/9/2018). Dari 8 korban laka laut hanya 1 yang belum ditemukan.

Identitas korban, Surip (50 tahun) warga RT 11/2 Dukuh Kedawung Desa Dukuhseti Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati.

Lokasi kejadian di 15 mil dari pantai banyutowo (timur laut karang kusen) – Wilayah Pati.

Kronologis kejadian, Sabtu, 15 September 2018 sekitar pukul 03.00 WIB beberapa nelayan berangkat ke laut untuk mencari cumi-cumi. Pukul 06.30 WIB pada saat ABK melempar jaring tiba-tiba badan kapal bagian depan pecah dihantam ombak setinggi 1,5 meter dan mengakibatkan kapal tenggelam. Kemudian ABK terapung dilaut dan diselamatkan oleh nelayan lain atas nama Asmulin(47 tahun) dari kapal cantrang lain yang melaut juga disekitar kapal korban. (bp)

Dihantam Ombak 1.5 Meter, Kapal Nelayan Dukuhseti Pecah

BeritaPati.Com – Dukuhseti, Tujuh nelayan asal Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati selamat dari kecelakaan laut, akibat Kapal cantrang Nusantara 10 GT yang mereka tumpangi pecah diterjang ombak. Sabtu, 15 September 2018.

Wakapolsek Dukuhseti IPTU Triyo Wardoyo mengungkapkan, satu orang nelayan masih belum ditemukan, dan hingga sore ini masih dalam pencarian.

“Lokasi pecahnya kapal, sekitar 15 mil dr pantai banyutowo( timur laut karang kusen) Wilayah Pati,” imbuhnya.

Kronologi kejadian, lanjutnya, saat itu, sekitar pukul 03.00 wib dini hari kapal berangkat, untuk mencari cumi – cumi. Pukul 6.30 pada saat ABK melempar jaring, tiba-tiba badan kapal bagian depan pecah dihantam ombak 1,5 m akhirnya tenggelam. ABK terapung diselamatkan oleh nelayan lain dari kapal cantrang lain yang juga melaut disekitar kapal korban

Daftar nama korban:
1. Surip (50) RT 11/2 Dukuh Kedawung, desa/kec dukuhseti (belum ketemu)
2. Aris Sukamto (30) RT 9/1 Banyutowo – dirawat di Puskesmas (nahkoda)
3. Ruba’i (36) 2/4 Ngagel – dirawat Puskesmas
4. Paeman (45) 2/1 Banyutowo- kritis di RSI Margoyoso
5. Sururi (25) Rt 4/1 banyutowo – pulang
6. Sani (40) Rt 6/1 banyutowo – pulang
7. Sapari (38) 6/1 banyutowo – pulang
8. Agung (35) 2/1 banyutowo – pulang
(bp).

Berasal Dari Tungku, Api Membakar Warung Kopi di Ngaglik Juwana

BeritaPati.Com – Juwana, Musibah kebakaran menimpa warung Kopi milik Kalsumiyati yang berada di Dukuh Ngaglik Rt. 01 Rw 03 Desa Karangrejo Kecamatan Juwana Kabupaten Pati.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kapolsek Juwana AKP Eko Pujiono mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 20.00, Rabu tanggal 12 September 2018.

Kronologis kejadian, lanjutnya, Saat itu, Kasiran melihat warung dalam kondisi sudah terbakar di bagian samping sebelah timur, selanjutnya dia meminta tolong Yasmi dan warga sekitar warung untuk minta bantuan, selanjutnya mereka dan warga melalui HP memberitahukan kepada korban bahwa warungnya telah terbakar selanjutnya korban datang lebih kurang 10 menit sampai di warung api sudah dalam keadaan padam.

“Kebakaran warung tersebut terjadi dikarenakan tungku ( kompor kayu tradisional ) yang terbuat dari tumpukan batu bata dan dinding terbuat dari anyaman bambu yang mudah terbakar,” ungkap Kapolsek.

Pada waktu pukul 18.00 wib warung tersebut sudah tutup dan untuk aktifitas didalam warung kopi tersebut sudah tidak ada, kompor pun sudah di cek korban dalam keadaan padam.

“Penyebab Kebakaran diduga karena bara di tungku ( kompor kayu ) masih ada sisa-sisa bara api dan dinding warung terbuat dari anyaman bambu yang mudah terbakar. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian materiil kurang lebih sebesar Rp. 1.000.000,- ( satu juta rupiah ),” ujarnya. (pn/ wt)