Setelah sempat viral karena ditanami berbagai macam tanaman seperti pisang dan singkong, ruas Jalan Tayu – Puncel atau yang menghubungkan Tayu-Dukuhseti Pati, saat ini terpantau sudah diratakan dengan timbunan tanah.
Merespon imbas dari keviralan video, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pati melakukan penanganan sementara dengan menggunakan alat berat memulai pekerjaan dengan menguruk lubang jalan menggunakan material base course batu pecah.
Kabid Bina Marga DPUPR Pati, Hasto Utomo memberikan keterangan Selasa (14/1/2025) bahwa penanganan seementara ini dianggap mendesak mengingat kerusakan jalan tersebut begitu parah.
“ Kami sudah melakukan penanganan sementara. Kami uruk menggunakan material base course dan dipadatkan di titik-titik yang berlubang besar,” jelasnya.
‘ Penanganan permanen dengan konstruksi yang lebih baik masih menunggu waktu. Penanganan paling cepat sekitar Maret. Kemungkinan setelah pelantikan bupati,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa dalam video yang viral beredar menggambarkan protes warga karena jalan yang rusak parah dan memunculkan kubangan saat hujan sehingga warga menanam pisang dan singkong di jalan sebagai wujud protes. Dan puncaknya warga sempat memblokade jalan supaya truk tambang tidak bisa melalui jalan tersebut pada Kamis (9/1).
Parahnya kerusakan jalan diklaim juga sebagai akibat lalu lalangnya kendaraan berat pengangkut material yang sering melintasi jalan tersebut.
Dari aksi blokade yang dilakukan warga juga sempat memancing kericuhan dengan petugas kepolisian yang berupaya untuk membuka akses jalan karena aksi geram warga tersebut berpotensi besar menimbulkan kemacetan panjang.


































