Kab. Rembang – Polda Jateng | Momen pulang kampung atau mudik Lebaran 2026 telah usai. Adapun momen mudik tahun ini disebut menjadi termeriah sepanjang sejarah. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang melakukan perjalanan pada Lebaran tahun ini.
Melansir situs resmi dephub.go.id, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan proyeksi potensi pergerakan masyarakat selama masa angkutan Lebaran H+3 tgl 24 Maret 2026 yaitu sebanyak ± 15,3 juta orang. Jumlah meningkat secara signifikan jika dibandingkan dengan pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2025 yakni ± 13,8 juta orang.
Meski jumlah pemudik meningkat, pelaksanaan mudik tahun ini dinilai lebih baik. Hal ini disampaikan oleh Dudy Purwagandhi. Menurutnya, tak ada antrean yang terlalu panjang pada arus mudik Lebaran 2026.
“Data tersebut masih bersifat dinamis karena proses perhitungan masih terus berlangsung hingga 30 Maret 2026. Kami masih melihat adanya potensi puncak arus balik pada 28-29 Maret 2026,” ujar Menhub Dudy.
Namun, bagaimana penilaian masyarakat terhadap pelaksanaan mudik tahun ini?
Mudik Nyaman & Lancar
Seorang pemudik a/n. Basri asal Jakarta yang singgah di Pos Yan Alon – Alon Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada hari Jumat (27/03/2026) mengaku perjalanan mudik dan baliknya dari Bali ke Jakarta tahun ini berlangsung seru. Ia pun berharap tahun depan dapat kembali mudik dan berkumpul bersama keluarga.
“Pengalaman mudik tahun ini lumayan seru ya, nyaman juga. Tujuan mudik saya tahun ini di Bali dan ini kembali ke Jakarta. Semoga bisa berkumpul lagi bareng keluarga, diberikan kesehatan dan rezeki,” ujarnya.
Di sisi lain, Basri yang juga merupakan karyawan swasta, merasa senang dengan perjalan mudiknya tahun ini. Terlebih selama perjalan ia tidak mengalami macet-macetan di jalan.
“Pengalaman sih oke, saya berangkat dari Bali, hanya saja saya macet sampai 12 jam di pelabuhan, ya mungkin ini kebijakan dari SPDP nya ya, dikurangi untuk jumlah kapalnya yang tidak layak, mungkin juga karena ini saya pulang awal ya, jadi untuk penumpang membludak,” ucap Basri.
“Untuk wilayah kab. Rembang aman dan lancar, terima kasih untuk Polres Rembang yang telah memberikan edukasi memperkenalkan jajanan khas Kab. Rembang secara gratis, untuk tahun depan agar dilanjutkan,” lanjutnya.



































