[image: 59d8860e-7b78-40ce-848e-0baff088a559.jpg]
Tak Ingin Warga Terus Antre Tangki Air, Pemkab Pati Siapkan Program Air Bersih Jangka Panjang
Pemerintah Kabupaten Pati mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan yang hampir setiap tahun melanda sejumlah wilayah. Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan penanganan tidak boleh lagi hanya mengandalkan distribusi bantuan air bersih menggunakan mobil tangki.
Hal itu disampaikan Chandra saat menghadiri Istighosah Bersama Ulama dan Umara di Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, bantuan tangki air hanya bersifat darurat dan tidak mampu menyelesaikan akar persoalan yang dihadapi masyarakat di desa-desa rawan kekeringan.
“Kalau hanya mengandalkan bantuan tangki air, itu bukan solusi. Kita harus mencari sumber air di desa-desa yang memang setiap tahun mengalami kekeringan,” ujar Chandra.
Pemkab Pati, lanjutnya, akan melakukan pendataan terhadap wilayah yang rutin mengalami krisis air bersih. Setelah itu, pemerintah akan memetakan potensi sumber air yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar pembangunan sarana penyediaan air bersih.
Program tersebut direncanakan mulai masuk dalam penganggaran tahun 2027. Selain mencari sumber air baru, pemerintah juga akan membangun fasilitas penampungan air agar distribusi kepada masyarakat dapat dilakukan lebih cepat ketika musim kemarau tiba.
“Kita ingin membangun tempat-tempat penampungan air sehingga ketika musim kemarau datang, distribusi air bisa dilakukan dari lokasi terdekat dan lebih cepat menjangkau masyarakat,” katanya.
Selain membahas penanganan kekeringan, Chandra juga menyinggung persoalan banjir yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kabupaten Pati. Ia menyebut sejumlah wilayah mengalami penurunan muka tanah sehingga membutuhkan penanganan infrastruktur yang memerlukan dukungan pemerintah pusat.
Pemkab Pati, kata dia, juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait rencana pembangunan sudetan Sungai Juwana sebagai salah satu solusi untuk mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi setiap tahun.
“Semua upaya pembangunan kami rencanakan sebaik mungkin. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar program-program ini dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi warga Kabupaten Pati,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Chandra turut mengajak masyarakat memeriahkan rangkaian Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati yang akan berlangsung selama satu bulan. Berbagai kegiatan telah disiapkan, mulai dari pentas budaya, pertunjukan seni, bazar, hingga pesta rakyat sebagai ruang kebersamaan masyarakat.
Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan museum sejarah di kawasan belakang Kantor Bupati Pati. Museum itu diharapkan menjadi pusat edukasi sekaligus sarana pelestarian sejarah daerah agar dapat dikenal dan dipelajari oleh generasi mendatang.
Kegiatan Istighosah Bersama Ulama dan Umara dihadiri KH. Moh. Imam Al-Mukromin, M.Ag, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, jajaran organisasi kemasyarakatan keagamaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat Kabupaten Pati.
#fyp #virals #jangkauanluas #pati #kemarau
Tak Ingin Warga Terus Antre Tangki Air, Pemkab Pati Siapkan Program Air Bersih Jangka Panjang
Pemerintah Kabupaten Pati mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan yang hampir setiap tahun melanda sejumlah wilayah. Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan penanganan tidak boleh lagi hanya mengandalkan distribusi bantuan air bersih menggunakan mobil tangki.
Hal itu disampaikan Chandra saat menghadiri Istighosah Bersama Ulama dan Umara di Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, bantuan tangki air hanya bersifat darurat dan tidak mampu menyelesaikan akar persoalan yang dihadapi masyarakat di desa-desa rawan kekeringan.
“Kalau hanya mengandalkan bantuan tangki air, itu bukan solusi. Kita harus mencari sumber air di desa-desa yang memang setiap tahun mengalami kekeringan,” ujar Chandra.
Pemkab Pati, lanjutnya, akan melakukan pendataan terhadap wilayah yang rutin mengalami krisis air bersih. Setelah itu, pemerintah akan memetakan potensi sumber air yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar pembangunan sarana penyediaan air bersih.
Program tersebut direncanakan mulai masuk dalam penganggaran tahun 2027. Selain mencari sumber air baru, pemerintah juga akan membangun fasilitas penampungan air agar distribusi kepada masyarakat dapat dilakukan lebih cepat ketika musim kemarau tiba.
“Kita ingin membangun tempat-tempat penampungan air sehingga ketika musim kemarau datang, distribusi air bisa dilakukan dari lokasi terdekat dan lebih cepat menjangkau masyarakat,” katanya.
Selain membahas penanganan kekeringan, Chandra juga menyinggung persoalan banjir yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kabupaten Pati. Ia menyebut sejumlah wilayah mengalami penurunan muka tanah sehingga membutuhkan penanganan infrastruktur yang memerlukan dukungan pemerintah pusat.
Pemkab Pati, kata dia, juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait rencana pembangunan sudetan Sungai Juwana sebagai salah satu solusi untuk mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi setiap tahun.
“Semua upaya pembangunan kami rencanakan sebaik mungkin. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar program-program ini dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi warga Kabupaten Pati,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Chandra turut mengajak masyarakat memeriahkan rangkaian Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati yang akan berlangsung selama satu bulan. Berbagai kegiatan telah disiapkan, mulai dari pentas budaya, pertunjukan seni, bazar, hingga pesta rakyat sebagai ruang kebersamaan masyarakat.
Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan museum sejarah di kawasan belakang Kantor Bupati Pati. Museum itu diharapkan menjadi pusat edukasi sekaligus sarana pelestarian sejarah daerah agar dapat dikenal dan dipelajari oleh generasi mendatang.
Kegiatan Istighosah Bersama Ulama dan Umara dihadiri KH. Moh. Imam Al-Mukromin, M.Ag, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, jajaran organisasi kemasyarakatan keagamaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat Kabupaten Pati.
#fyp #virals #jangkauanluas #pati #kemarau


































