REMBANG – Kebakaran melanda lahan yang ditanami pohon jati dan pete di Dukuh Sulo, Desa Sriombo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Selasa (15/9/2026) sore. Kobaran api sempat mendekati area permukiman warga, namun berkat kesigapan masyarakat bersama petugas gabungan, api berhasil dikendalikan.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 17.15 WIB, setelah warga melihat kobaran api dari arah timur laut, tepatnya dari kawasan lahan yang berjarak sekitar 200 meter dari permukiman Dukuh Sulo.
Seiring waktu, kobaran api semakin meluas dan sekitar pukul 18.05 WIB mulai mendekati permukiman. Warga yang mengetahui kondisi tersebut kemudian berupaya melakukan langkah pencegahan dengan membuat kolong api untuk menghambat perambatan kobaran api.
Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Kepala Dusun Sulo, Suhono, yang kemudian menghubungi Damkar Kabupaten Rembang melalui layanan Call Center.
Respons cepat ditunjukkan petugas. Sekitar pukul 18.20 WIB, dua unit kendaraan pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Proses pemadaman turut dibantu warga masyarakat dengan peralatan seadanya, termasuk pembuatan kolong api di area yang berdekatan dengan permukiman.
Berkat kerja sama antara petugas Damkar, Polsek Lasem, Koramil Lasem, pemerintah desa, serta masyarakat setempat, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 19.33 WIB.
Lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 2,5 hektare, yang sebagian merupakan lahan tanaman jati. Hingga proses penanganan selesai, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Pemilik lahan diketahui bernama Sumijan (57), warga Semarang, sementara lahan tersebut dijaga oleh Karnadi (60), warga Desa Bonang, Kecamatan Lasem.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, hingga saat ini masih belum diketahui dan masih dilakukan pendalaman berdasarkan keterangan saksi serta hasil pengecekan di lokasi.
Dalam penanganan kejadian tersebut, petugas kepolisian dari Polsek Lasem telah menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian, melakukan pendataan terhadap saksi-saksi, mengamankan lokasi, mengambil dokumentasi, serta melaporkan perkembangan kejadian kepada pimpinan.
Polsek Lasem mengimbau masyarakat, khususnya di tengah kondisi lahan yang kering, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api di sekitar kawasan perkebunan maupun hutan.
Kapolsek Lasem AKP Moh. Safi’i Karim, S.H. menyampaikan bahwa sinergi antara masyarakat dan petugas menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran meluas, terutama ketika lokasi kejadian berada tidak jauh dari permukiman warga.





































