Banyak Pejabat di Pati Masuki Usia Pensiun, Bupati Lantik Pengawas dan Pejabat Administrator

Banyak Pejabat di Pati Masuki Usia Pensiun, Bupati Lantik Pengawas dan Pejabat Administrator
Banyak Pejabat di Pati Masuki Usia Pensiun, Bupati Lantik Pengawas dan Pejabat Administrator

BERITAPATI.COM – KOTA, Bupati Pati Haryanto baru-baru ini melantik 42 pejabat administrator (eselon 3-red) dan pengawas (eselon 4-red) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati di Ruang Pragolo Setda Kabupaten Pati.

Menurut Bupati, pelantikan, mutasi, promosi, dan rotasi, memang suatu hal yang wajar sebab merupakan siklus kepegawaian lantaran adanya kekosongan jabatan dikarenakan banyak yang sudah memasuki usia pensiun.

“Sebelum adanya pelantikan hari ini, jabatan yang kosong itu hanya diisi oleh seorang Plt,” lanjut Bupati.

Meski demikian, Bupati mengatakan, untuk eselon dua, hingga saat ini masih ada yang kosong. “Untuk eselon dua, memang kita harus menunggu, karena harus melalui proses lelang jabatan, berbeda dengan eselon tiga dan empat yang hanya butuh evaluasi,” imbuhnya.

Sebagai kepala daerah, Haryanto menjelaskan pada para pejabat yang saat ini dilantik, bahwasanya mutasi, rotasi, dan promosi, semua sudah menjadi kajian dan sesuai dengan kopetensi yang dimiliki.

Pasca dilantiknya 42 pejabat administrator dan pengawas, Haryanto berharap agar mereka segera dapat menyesuaikan dengan posisi yang saat ini dijabat.

“Segera belajar, khususnya adalah memahami RPJMD saya selaku kepala daerah, agar lima tahun yang akan datang, program-program dan visi misi saya sebagai kepala daerah bisa tercapai dan terwujud. Jangan sampai dalam dua periode kepemimpinan saya, nantinya masih punya hutang yaitu program-program yang selama ini diharapkan oleh masyarkat Kabupaten Pati,” pungkasnya. (BP/ HMS)

Lihat Potensi Kelautan, Wabup Berlayar di Perairan Pati

Lihat Potensi Kelautan, Wabup Berlayar di Perairan Pati
Lihat Potensi Kelautan, Wabup Berlayar di Perairan Pati

Posisi Kabupaten Pati yang berada di wilayah pesisir, menjadikan daerah ini memiliki sumber daya alam potensial. Garis pantai yang terbentang dari timur hingga barat Kabupaten, rupanya menyimpan potensi keragaman perikanan juga ditambah bentangan hutan mangrove. Hal itu yang mendorong Wakil Bupati Saiful Arifin untuk melakukan monitoring wilayah perairan pantai Kabupaten Pati.

Didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Asisten Ekbangkesra, Polairut dan TNI AL, Wabup memulai pelayaran dari pelabuhan TPI Banyutowo Juwana pada Rabu (18/7).

“Kita melaksanakan monitoring tujuannya adalah mengamati untuk mendapatkan suatu informasi pokok kondisi wilayah perairan pantai kita, memahami keadaan dan kondisi dengan tujuan pemanfaatan potensi perairan pantai agar bisa mempunyai fungsi dan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Wabup.

Lebih lanjut Wabup mengatakan, pengelolaan berbasis masyarakat dengan memperhatikan potensi masing- masing desa adalah salah satu solusi pengelolaan sumber daya alam, dengan memberi pengetahuan dan kesadaran akan lingkungan sebagai dasar pengelolaannya.

“Kita sampaikan hutan mangrove bermanfaat sangat baik buat nelayan nelayan kecil lokal. Selain itu, juga bisa dikembangkan sebagai tempat tujuan wisata,” tutur wakil kepala daerah dari latar belakang pengusaha itu.

Pria yang akrab disapa Arifin itu, juga mencetuskan ide untuk mengajak pemuda desa untuk mengembangkan potensi pesisir pantai yang ada di Kabupaten Pati.

“Pastinya kita ajak kawan kawan muda ( karang taruna-red) untuk ikut membangun desa, berinovasi dan berkarya dengan menggali potensi lokal masing,” tandasnya. (BP/ hm)

Nekat Curi Motor di Siang Bolong, Pria di Sukolilo Ini Babak Belur

Nekat Curi Motor di Siang Bolong, Pria di Sukolilo Ini Babak Belur
Nekat Curi Motor di Siang Bolong, Pria di Sukolilo Ini Babak Belur

SUKOLILO – BERITAPATI.com, Polsek Sukolilo mengamankan seseorang pria yang dikeroyok massa karena diduga sebagai pelaku curanmor di saluran air pinggir jalan Inspeksi irigasi Jratun Seluna turut Dukuh Grobog Desa Prawoto Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. Kamis, 19 Juli 2018.

Kapolsek Sukolilo IPTU Supriyono mengungkapkan, “Ciri – ciri pelaku adalah seorang laki – laki, umur sekitar 40 tahun, perawakan gendut, dalam keadaan tidak sadar, terluka di bagian kepala belakang, tangan dan kakinya terikat tali, Identitas belum diketahui,”.

Kronologis kejadian, lanjutnya, “sekitar pukul 08.00 Ahmad Khusairi memarkir sepeda motornya Honda Vario 125 di depan tokonya di Ds. Berugenjang 3/2, Kec. Undaan, Kab. Kudus. Pada saat dia masuk rumah tiba-tiba istrinya berteriak-teriak kalau sepeda motornya dicuri orang kemudian dia mengejar pelaku dengan motor sambil berteriak ‘maling maling’ sehingga warga sekitar beramai-ramai ikut mengejar 2 pelaku,”.

Sesampainya di wilayah Dukuh Grobog Desa Prawoto (berbatasan dengan Desa Berugenjang) seorang pelaku yang membawa motor korban berhasil melarikan diri ke arah Babalan Kudus, sedangkan seorang pelaku lainnya setelah mengetahui dihadang masa langsung berbalik arah dan terjatuh di pinggir saluran irigasi Jratun seluna.

“Mengetahui pelaku terjatuh kemudian massa mengeroyoknya dan sepeda motor pelaku dirusak. Petugas Polsek Sukolilo (Ka SPK, Kanit Reskrim dan Kasi humas beserta anggota) setelah menerima laporan mendatangi TKP. Karena dipastikan bahwa TKP Curranmor di wilayah Kudus sehingga petugas Polsek Sukolilo menghubungi Polsek Undaan yang tiba di TKP mengamankan pelaku dan barang bukti dan dibawa ke Kudus,” pungkasnya. (Bp)

Dituntut Segera Berhentikan Kades Wedusan, Begini Jawaban Pemkab Pati

Dituntut Segera Berhentikan Kades Wedusan, Begini Jawaban Pemkab Pati
Dituntut Segera Berhentikan Kades Wedusan, Begini Jawaban Pemkab Pati

BERITAPATI – KOTA, Warga Desa Wedusan Kecamatan  Dukuhseti, Selasa (17/6), melakukan  orasi di depan Kantor Bupati Pati. Mereka menuntut agar Kepala Desa Wedusan yang berinisial M, segera dicopot dari jabatannya. Keinginan warga muncul setelah M digrebeg saat bersama selingkuhannya pada sebuah gubug di dalam hutan.

Dalam perkembangannya, rupanya tak hanya masalah perzinahan saja yang ingin diungkap para pendemo tapi juga melebar ke masalah penggunaan anggaran desa. Orasi dilakukan warga dengan membawa ratusan orang dalam tujuh truk.

Akhirnya 10 perwakilan warga diberikan kesempatan untuk beraudiensi di Ruang Kembangjoyo Setda Pati. Kedatangan mereka disambut oleh Asisten Pemerintahan Sekda Pati, Sudiyono, Plt Kabag Tata Pemerintahan Rasiman, Camat Dukuhseti, dan Kasatpol PP Hadi Santosa.

Kholis Fuad, salah satu perwakilan sekaligus BPD desa tersebut mengungkapakan bahwa Kades mereka sudah keluar jalur, tidak menepati janji-janjinya, BPD selalu dibodohi. “Maka dari itu kamk berharap ada pengecekan terhadap infrastruktur désa”, ujarnya.

Sementara itu, Moh Hatif dan Mila warga Desa Wedusan di dalam audensi berharap agar Pemkab Pati mencopot M dari jabatannya sebagai Kades. Sebab menurut mereka,  M sebagai kepala desa selain diduga telah melakukan mesum berzina juga dianggap arogan sebagai Kades.

“Kami ingin dana desa juga diusut dan M segera menandatangani surat pengunduran diri sekarang juga,” pinta Mila.

Menanggapi tuntutan itu, Asisten Pemerintahan menegaskan bahwa semua aspirasi akan ditampung. “Semua akan ditindaklanjuti sesuai hukum dan aturan yang ada. Adapun untuk kasus yang saat ini sedang berjalan di Polres juga hendaknya kita hormati,” terang Sudiyono. Sedangkan untuk penandatanganan pengunduran diri, menurutnya tidak mungkin bisa diputuskan saat ini.

“Masalah pencopotan bukan hak kami. Tata cara pencopotannya ada di dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014. Selain itu juga ada perdanya dan dalam mencopot tidak bisa seenaknya saja”, lanjutnya.

Sudiyono juga menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa serta merta mencopot, terkecuali yang bersangkutan membuat pernyataan sendiri terkait pengunduran diri tanpa ada pemaksaan serta tekanan lalu diserahkan kepada kami. “Itu baru bisa langsung ditindaklanjuti,” jelasnya.

Terkait tuntutan untuk mengecek penggunaan dana desa, Sudiyono mengatakan pihaknya akan memeriksanya. “Mulai dari apakah penggunaan dana desa tepat atau tidak, lalu apakah BPD sudah difungsikan dengan baik atau belum, semua tentu akan kita selidiki dan kami proses,” imbuh Asisten Pemerintahan. (BP/ HMS)

Berjumlah 4 Orang, Maling Beras di Kayen Gunakan Mobil Pick Up

Berjumlah 4 Orang, Maling Beras di Kayen Gunakan Mobil Pick Up
Berjumlah 4 Orang, Maling Beras di Kayen Gunakan Mobil Pick Up

Kayen – BERITAPATI, Gudang penggilingan padi milik Karsidi yang terletak di jalan raya Pati – Kayen Km 13 turut Desa Sundoluhur Kecamatan Kayen Kabupaten Pati dibobol maling pada Senin, 16 Juli 2018 sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kapolsek AKP Sutopo mengungkapkan, “Modus operandi, pelaku yang kurang lebih berjumlah 4 orang melakukan pencurian di penggilingan padi yang tanpa ada penjagaan dengan cara merusak/membobol pintu depan dengan memotong gembok hingga patah dan hasil curian diangkut dengan menggunakan Grandmax warna putih,”.

Kronologi kejadian, lanjutnya, “Saat itu sekitar jam : 03.10. Wib, ketika Kamsidi sedang di kali Jratun menjaga ternak sapi melihat orang mencurigakan di sebelah gudang penggilingan padi milik korban lalu dia memberitahu kepada Darsito yang saat itu juga sedang jaga ternaknya bahwa ada orang yang mencurigakan di sekitar gudang penggilingan padi milik korban kemudian Darsito bergegas mengecek sesampainya di lokasi tersebut dan benar ada kurang lebih 4 (empat) orang sedang memanggul karung dari dalam gudang dibawa ke mobilgrandmax warna putih dan melihat pintu depan dan samping dalam keadaan terbuka sedangkan lampu dalam keadaan mati/gelap,”

“Karena merasa takut Darsito tidak berani menegur orang tersebut, selanjutnya Darsito memberi tahu Senin (sopir korban) setelah dari rumah Senin , keduanya menuju gudang milik korban namun sudah tidak ada orang termasuk mobil grandmax warna putih tersebut lalu Senin memberitahu korban bahwa gudang penggilingan padi miliknya telah dibobol/dicuri orang sekitar pukul 03.45 wib korban datang dan mengecek dalam gudang dan ternyata benar ada barang yang hilang berupa 27 karung berisi beras selanjutnya atas kejadian tersebut pelapor melaporkan ke Polsek Kayen,” lanjutnya.

“Akibat persitiwa itu, korban menderita kerugian 27 sak karung berisi beras masing-masing 60 kg beras seharga Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah),” pungkas Kapolsek. (bp/ patinews)

Renggut Satu Korban Jiwa, Begini Kronologi Lakalantas Jupiter vs Beat di Kayen Pati

BeritaPati.Com – Kayen, Satu orang meninggal dunia dan satu lainnya luka – luka akibat kecelakaan yang melibatkan dua sepeda motor Yamaha Jupiter dengan Honda Beat di jalan umum Pati – Kayen turut tanah desa Rogomulyo Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Sabtu, 14 Juli 2018 sekira pukul 19.30 Wib.

Korban meninggal, kata Kanit Laka Polres Pati IPDA Suyadi, adalah pengendara motor Yamaha Jupiter atas nama Nur Yanah warga Desa Trimulyo Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. “Sedangkan Muhammad Fadilah Salam, Pengendara motor Honda Beat mengalami luka dan harus opname di Rumah Sakit Soewondo Pati,”.

Kronologis kejadian, jelasnya, “Saat itu Yamaha Jupiter berjalan dari gang jalan sebelah timur sedangkan Honda Beat berjalan dari utara menuju ke selatan, (Pati-Kayen) sesampainya di tempat kejadian, Yamaha Jupiter menyebrang jalan ke barat, karena jarak sudah dekat sehingga terlibat tabrakan dengan Honda Beat, posisi akhir kedua kendaraan dibadan jalan sebelah timur,” urai IPDA Suyadi. (pn/ wt/ rp)

Dua Pekan Hidup Ditenda, Ramijah Korban Kebakaran di Dukuhseti Dapat Bantuan Rumah Beserta Isinya

Dua Pekan Hidup Ditenda, Ramijah Korban Kebakaran di Dukuhseti Dapat Bantuan Rumah Beserta Isinya
Dua Pekan Hidup Ditenda, Ramijah Korban Kebakaran di Dukuhseti Dapat Bantuan Rumah Beserta Isinya

BERITAPATI.COM – DUKUHSETI, Polsek Dukuhseti prihatin dengan kondisi seorang janda yang mengalami musibah kebakaran rumah beserta isinya. Terinspirasi Hut Bhayangkara ke 72 Polsek DukuhSeti dan para donatur berinisiatif mengumpulkan dana untuk renovasi rumah tersebut.

Dua minggu yang lalu rumah korban Ramijah (60) warga Dukuh Tambakjati desa kembang dukuh seti mengalami musibah yang rumah beserta isinya ludes dilahap si jago merah. Selama proses penyelidikan sebab terjadinya kebakaran tersebut, korban tinggal sementara di tenda darurat.

Untuk kehidupan sehari-hari korban yang hanya tinggal sendirian, mendapat bantuan dari pemerintah desa setempat serta mengandalkan uluran para tetangga untuk mencukupi kebutuhannya. Apabila bantuan itu habis korban memanfaatkan yang ada disekitar tenda darurat seperti ketela dan pisang untuk dimakan.

Dengan kondisi seperti itu membuat jajaran Polsek Dukuhseti beserta para donatur komunitas ayo peduli mengumpulkan sumbangan untuk membangun rumah semi permanen yang berukuran 3×5 meter. Lantaran dari korban sendiri tak mau pindah dari tempat tersebut walaupun ada saudara dan tetangga yang menawarkan korban untuk pindah. Selain bantuan rumah semi permanen, Polsek Dukuh Seti serta para donatur membelikan satu set kasur, almari, pakaian serta sembako yang dibutuhkan korban.

“Dengan adanya bantuan tersebut jajaran Polsek DukuhSeti ingin menyampaikan bahwa kegiatan ini tulus wujud dari semboyan kita sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat serta implementasi dari HUT Bhayangkara ke 72 dengan program promoter bahwa Polri sekarang dekat dengan masyarakat tanpa ada jarak sedikit pun,” kata Kapolsek Dukuhseti AKP Sunaryo. (BP/ HMS)

Dari Rita Sugiarto hingga Five Minutes, Ini Deretan Artis Panggung Gembira Indosiar Live di Pati

BeritaPati.Com – Kota, Pemkab Pati berencana mempersembahkan hiburan super meriah, berkerjasma dengan TV Swasta Nasional Indosiar, pada hari Sabtu dan Minggu Tanggal 21-22 Juli 2018 mulai pukul 07.30 sampai selesai selama dua hari gratis di Alun-alun Simpang lima Pati.

Pagelaran musik menampilkan sederet penyanyi dangdut ternama tanah air bersama bintang Dangdut Academy serta Bintang Pantura seperti Reza DA, Selfi DA, Wiwik Sagita, Ikif, Tika BP, Shodiq, Five Minutes, Rita Sugiarto, Rara LIDA, Ridwan LIDA, Putri DA, Duo Racun, Hafiz DA, Uci Suciati, Wika Salim dan masih banyak lagi. Acara akan semakin meriah dengan kehadiran host Irwan, Danang dan Weni yang akan memandu sepanjang jalannya acara.

Tujuan dari kerjasama antara Pemkab Pati dan Indosiar selain memeriahkan HUT RI dan Hari Jadi Kabupaten Pati, juga untuk media promosi potensi yang ada di Pati. Acara yang akan Live di Indosiar akan menampilkan beragam potensi lokal Pemkab. Pati, seperti kuliner, hasil pertanian, kesenian , pariwisata hingga Polisi Cilik Polres Pati.

Saat ini persiapan terus dilakukan panitia menjelang digelarnya Panggung Gembira Indosiar. (bp/ patinews )

Nyalip Dari Kiri, Toyota Yaris Ringsek Dilindas Trailer di Batangan

BeritaPati.Com – Batangan, Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Pantura Juwana-batangan turut Ds jembangan Kec. Batangan Kab. Pati antara Toyota Yaris K-8878-ZD kontra dengan Mitsubhisi Trailer L-8275-UQ dan truk Volvo trailer H-1795-CF. Jum’at, 13 Juli 2018.

Menurut Kanit Laka Polres Pati IPDA Suyadi, kronologi kejadian bermula saat Toyota Yaris berjalan dari arah barat menuju ke arah timur, searah di depannya ada truk Volvo trailer (Barat ke Timur), sedangkan dari arah berlawanan (Timur ke Barat) ada truk Mitsubhisi Trailer.

“Sesampainya ditempat kejadian, Toyota Yaris mendahului truk Volvo trailer dari arah kiri (Lajur kiri) karena kurang menguasai kendaraanya sehingga oleng ke kanan dan kontra dengan truk Volvo, disaat bersamaan berjalan truk Mitsubhisi Trailer dari arah timur, karena jarak sudah dekat sehingga Toyota Yaris tertabrak Mitsubhisi Trailer. Kejadian laka lantas tersebut kemudian ditangani unit laka lantas dan barang bukti diamankan di Unit laka lantas Res Pati,” kata IPDA Suyadi.

“Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” pungkasnya. (bp/ patinews)

Lakukan Penganiayaan, Tiga Pria di Kayen Ini Diciduk Polisi

BeritaPati.Com – Kayen, Polsek Kayen mengungkap kasus secara bersama –sama dimuka umum melakukan kekerasan dan atau penganiayaan. Kamis, 12 Juli 2018.

Kapolsek Kayen AKP Sutopo mengungkapkan jumlah pelaku yang ditangkap 3 (tiga) orang. “AS, DH, dan M, ketiganya warga Kecamatan Kayen,”.

“Barang bukti yang berhasil diamankan berupa bambu, kayu reng, kayu usuk dan batu. TKP berada di jalan desa Dk Bukung Ds Kayen Rt 02 Rw 08 Kec Kayen tepatnya di depan rumah Sukarlan,” lanjutnya.

“Korban adalah Subroto, mengalami luka di 4 (empat) tempat dan luka robek pada telapak kaki sebelah kanan serta opname di RSUD Kayen selama 3 (tiga) hari,” kata Kapolsek.

Kronologis Ungkap kasus, lanjutnya, pada hari Jum’at , tanggal 06 Juli 2018, sekitar 17.30 Wib, datang Santoso ke Polsek Kayen melaporkan kejadian penganiayaan sehingga petugas menerima aduan dan mendatangi TKP karena kondisi korban sakit sehingga korban dirawat di RSUD Kayen selama 3 (tiga) hari.

Selanjutnya dibuatkan laporan pengaduan pada hari Senin, tanggal 09 Juli 2018 sekitar pukul : 09.00 Wib dan dilakukan klarifikasi/interogasi terhadap korban dan saksi-saksi lain serta minta visum Korban di RSUD Kayen sehingga penyidik menyimpulkan bahwa pengaduan tersebut telah memenuhi unsur pidana Secara bersama-sama dimuka umum melakukan kekerasan terhadap orang dan atau penganiayaan yang dilakukan oleh para pelaku.

Kemudian penyidik meningkatkan dari Penyelidikan menjadi Penyidikan dan pada hari Kamis, tanggal 12 Juli 2018 sekitar jam 16.00 Wib telah ditangkap ketiga pelaku, selanjutnya dilakukan pemeriksaan tersangka dan ditahan di Rutan Polres Pati.

Kejadian penganiayaan bermuala pada hari Jum’at, tanggal 06 Juli 2018, korban yang bernama Santoso bekerja di rumah Sukarlan sebagai tukang batu dan melihat ada kelompok massa dari Dk Socan Ds Kayen Kec. Kayen Kab. Pati dari Dk Socan Ds Jimbaran menuju Dk Bukung Ds Kayen sambil mengeluarkan kata-kata “RUSAK OMAHE-RUSAK OMAHE” dalam bahasa indonesia “RUSAK RUMAHNYA-RUSAK RUMAHNYA” menuju rumah Sukarlan dengan membawa alat berupa regem,batu, kayu, bambu dan tangan kosong lalu korban beranjak dari tempat kerja setelah mendengar seruan tersebut untuk menghalangi segerombolan massa namun korban dikeroyok oleh massa tersebut dengan cara dipukul dengan tangan kosong, kayu, batu oleh kelompok warga tersebut ke arah kepala sehingga korban jatuh tidak sadarkan diri.

“Atas kejadian tersebut korban ditolong oleh warga selanjutnya dibawa ke rumah sakit umum Kayen dan diketahui mengalami luka robek di pada kepala bagian atas dan dijahit sebanyak 7 jahitan , dan luka robek pada kepala bagian belakang dan dijahit sebanyak 3 jahitan, luka memar pipi sebelah kiri, luka robek/goresan punggung sebelah kiri,luka robek pada lengan tangan kanan sebanyak 4 (empat) tempat dan luka robek pada telapak kaki sebelah kanan serta opname di RSUD Kayen selama 3 (tiga) hari,” ujarnya. (bp/ patinews)