Menamakan sebagai “Aliansi Masyarakat Dengkek Bersatu”, Kamis (9/1/2025) ratusan warga datangi kantor kepala Desa Dengkek untuk menyampaikan unjuk rasa terkait dugaan tindakan korupsi,kolusi dan nepotisme yang dilakukan oleh Kepala Desa Dengkek.
Kegiatan yang mereka sebut sebagai aksi damai penyampaian pendapat di muka umum ini berlangsung dari pukul 08.30 hingga 11.00 WIB. Lewat aksi ini Warga meminta penjelasan dari beberapa point yang menjadi tuntutan.
Salah satu peserta aksi terlihat membawa spanduk yang bertuliskan “Wayah e leren pak, rusak nik diterusno” sementara dari keterangan yang dihimpun di lapangan, aksi yang dikoordinasi oleh Kunardi tersebut menyebutkan beberapa tuntutan diantaranya meminta pemerintah Desa Dengkek lebih transparan terkait pendapatan dan pengelolaan keuangan yang bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PAD) di tahun 2023 dan 2024.
Hal lain yang dipertanyakan oleh warga melalui orasinya adalah pertanggungjawaban Kepala Desa Dengkek Moh.Kamjawi atas material pembangunan pendopo balai desa dan balai kemasyarakatan yang tidak kunjung selesai hingga memasuki tahun 2025.
Salah satu warga yang turut dalam aksi Bagas Adi Saputra mengatakan bahwa aksi kali ini bertujuan memberi tahu dinas terkait untuk memeriksa pemerintah Desa Dengkek atas dugaan tindakan penyelewengan anggaran pembangunan desa.
“Kita memberikan sinyal kepada instansi yang bersangkutan untuk bersedia memeriksa keuangan Desa Dengkek karena ada dugaan penyelewengan selain pembangunan balai desa ada penemuan banyak yang tidak bisa disebutkan satu per satu,” ungkapnya.
Keresahan warga Dengkek juga terungkap terkait dugaan penggunaan anggaran dana desa mencapai Rp. 700 juta untuk pembangunan saluran irigasi yang belum rampung.
Dari semua tuntutan, yang tidak kalah menarik perhatian adalah lewat aksi ini diharapkan Kepala Desa Dengkek mengembalikan kewenangan, fungsi dan tupoksi dari perangkat desa sesuai posisinya masing-masing.
Walaupun sempat diguyur hujan, Aliansi Masyarakat Dengkek Bersatu juga menyampaikan bahwa upaya aksi yang dilakukan ini memang bertujuan untuk mengembalikan tata kelola dari pemerintah Desa Dengkek yang akuntabel bersih dari tindakan korupsi,kolusi dan nepotisme.
Tidak sampai disitu, salah satu warga Desa Dengkek Kiswanto juga menilai bahwa Kepala Desa Dengkek tidak memberi teladan yang baik terkait kedisiplinan.
“Anda sebagai Kades tidak bisa menjadi teladan bagi warga,dapat inventaris motor PCX kok plat nomer tidak dipasang,kerja ke kantor jarang pakai seragam dan hanya menggunakan sandal slop,”terangnya.
Kunardi warga Dengkek yang lain juga menanyakan kejelasan proyek desa yang memancing kecurigaan warga terkait pengelolaan.
“Pak,proyek ini sebenarnya swakelola apa lelang tender? Kok pengakuan anda sebagai Kades dipegang oleh tender CV, tapi tulisan papan proyek swakelola,bangunan ini sebenarnya bangunan milik siapa kok warga tidak mbok kasih tau,”tandasnya.
“Sambil audit berjalan,pokoknya kami akan terus bergerak untuk aduan ke atas,anda sudah berjanji berulang kali tapi selalu tidak ada bukti,”tambahnya.
Sementara itu dari semua tuntutan yang disampaikan, warga berharap akan segera dilakukan audit dari kinerja Kepala Desa Dengkek paling lambat satu Minggu setelah aksi ini. Warga juga menyampaikan bahwa jika aksi ini tidak mendapatkan respon maka mereka akan menggelar aksi damai lanjutan di depan kantor Bupati dan DPRD Pati. Dan jika terbukti ditemukan pelanggaran maka akan dibuat surat aduan ke Polresta Pati dan Kejaksaan guna segera dilimpahkan kepada pihak berwajib.
Kepala Desa Dengkek berjanji akan menyikapi dan menyelesaikan keluhan dari warganya.
“Ya keluhan itu tadi kita sikapi dengan baik akan kita selesaikan semua. Sebetulnya ada semua seperti yang sudah selesai. Tapi diajukan lagi nanti akan diklarifikasi saja,”jelasnya.
Selain perwakilan Aliansi Masyarakat Dengkek Bersatu, aksi yang juga dihadiri oleh Camat Pati, Kasat Intelkam, Danramil,Kapolsek Pati,Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa,Kasi Pemerintahan Kecamatan Pati,Ketua BPD Dengkek,dan sejumlah perangkat desa ini berjalan dalam keadaan aman dan kondusif.



































