[image: Screenshot_220.jpg] Kasus Oknum Kiai C4bu1 Belum Disidangkan, ASPIRASI Datangi Kejari Pati dan Ancam Demo Besar 3 Agustus
PATINEWS
Aliansi Santri Pati Demokrasi (ASPIRASI) mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati, Rabu (29/7/2026), untuk meminta kejelasan terkait penanganan perkara dugaan tindak pidana yang melibatkan seorang oknum kiai. Mereka menilai proses hukum berjalan lambat meski, menurut informasi yang mereka peroleh, berkas perkara telah lama dinyatakan lengkap.
Koordinator ASPIRASI, Ulil Amri, mengatakan audiensi dilakukan untuk memperoleh kepastian mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut. Ia juga mengumumkan bahwa ASPIRASI akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejari Pati pada Senin, 3 Agustus 2026, apabila belum ada perkembangan yang signifikan.
“Kami datang untuk mempertanyakan mengapa perkara ini belum juga masuk ke tahap berikutnya. Karena itu pada 3 Agustus nanti kami akan menggelar aksi di depan Kejaksaan Negeri Pati,” kata Ulil.
Menurut Ulil, berdasarkan informasi yang diterimanya, penyidik telah melengkapi berkas perkara sekitar satu bulan lalu. Namun hingga kini, kata dia, belum ada kepastian mengenai proses selanjutnya.
Dalam audiensi tersebut, ASPIRASI juga didampingi kuasa hukum korban. Menurut kuasa hukum, pertemuan dengan pihak Kejari Pati menghasilkan penjelasan bahwa salah satu kendala yang masih dibahas berkaitan dengan proses restitusi bagi korban.
Kuasa hukum korban menjelaskan, dalam pertemuan tersebut pihaknya menyampaikan bahwa proses restitusi seharusnya dapat berjalan bersamaan tanpa menghambat pelimpahan perkara ke tahap berikutnya.
“Kami meminta agar perkara ini segera diproses ke tahap berikutnya. Soal restitusi dapat berjalan sambil proses hukum berlangsung, sepanjang ketentuannya terpenuhi sebelum tahap penuntutan,” ujarnya.
Ia mengatakan, setelah dilakukan pembahasan bersama pihak Kejaksaan Negeri Pati dan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), terdapat kesamaan pemahaman mengenai mekanisme penyelesaian restitusi sehingga diharapkan proses penanganan perkara dapat segera berlanjut.
#pati #jateng #virals #fyp #jangkauanluas
PATINEWS
Aliansi Santri Pati Demokrasi (ASPIRASI) mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati, Rabu (29/7/2026), untuk meminta kejelasan terkait penanganan perkara dugaan tindak pidana yang melibatkan seorang oknum kiai. Mereka menilai proses hukum berjalan lambat meski, menurut informasi yang mereka peroleh, berkas perkara telah lama dinyatakan lengkap.
Koordinator ASPIRASI, Ulil Amri, mengatakan audiensi dilakukan untuk memperoleh kepastian mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut. Ia juga mengumumkan bahwa ASPIRASI akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejari Pati pada Senin, 3 Agustus 2026, apabila belum ada perkembangan yang signifikan.
“Kami datang untuk mempertanyakan mengapa perkara ini belum juga masuk ke tahap berikutnya. Karena itu pada 3 Agustus nanti kami akan menggelar aksi di depan Kejaksaan Negeri Pati,” kata Ulil.
Menurut Ulil, berdasarkan informasi yang diterimanya, penyidik telah melengkapi berkas perkara sekitar satu bulan lalu. Namun hingga kini, kata dia, belum ada kepastian mengenai proses selanjutnya.
Dalam audiensi tersebut, ASPIRASI juga didampingi kuasa hukum korban. Menurut kuasa hukum, pertemuan dengan pihak Kejari Pati menghasilkan penjelasan bahwa salah satu kendala yang masih dibahas berkaitan dengan proses restitusi bagi korban.
Kuasa hukum korban menjelaskan, dalam pertemuan tersebut pihaknya menyampaikan bahwa proses restitusi seharusnya dapat berjalan bersamaan tanpa menghambat pelimpahan perkara ke tahap berikutnya.
“Kami meminta agar perkara ini segera diproses ke tahap berikutnya. Soal restitusi dapat berjalan sambil proses hukum berlangsung, sepanjang ketentuannya terpenuhi sebelum tahap penuntutan,” ujarnya.
Ia mengatakan, setelah dilakukan pembahasan bersama pihak Kejaksaan Negeri Pati dan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), terdapat kesamaan pemahaman mengenai mekanisme penyelesaian restitusi sehingga diharapkan proses penanganan perkara dapat segera berlanjut.
#pati #jateng #virals #fyp #jangkauanluas

































