[image: 758915205_2488227715021391_1880490754322989449_n.jpg] Insiden Piala Soeratin U-17, CEO Safin Pati Minta Maaf Langsung dan Siap Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan Rama
Manajemen Safin Pati Sports School mengambil langkah lanjutan menyusul insiden yang terjadi pada pertandingan Piala Soeratin U-17 Jawa Tengah 2026. CEO Safin Pati Sports School, Rafi Rizqullah Arifin, menemui langsung pemain BJL 2000 Semarang, Rama Jangkar, yang masih menjalani pemulihan di sebuah klinik fisioterapi di Kota Semarang, Rabu (29/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bentuk tanggung jawab sekaligus penyampaian permohonan maaf secara langsung kepada Rama dan keluarganya atas insiden yang terjadi pada laga Senin (27/7/2026).
Rafi mengatakan kedatangannya difasilitasi oleh manajemen Balasuga FA, tempat Rama menjalani latihan di Semarang. Dalam kesempatan itu, ia berbincang langsung dengan Rama yang didampingi sang ibu.
“Kedatangan ini tentunya untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi,” ujar Rafi.
Dalam pertemuan tersebut, Rafi juga mengetahui bahwa Rama ternyata pernah menjadi rekan setim dua siswa Safin Pati, Steven Jalung dan Daffa Zet, saat sama-sama memperkuat tim Elite Pro Academy (EPA) Borneo FC pada musim 2025/2026.
Selain menyampaikan permintaan maaf, Safin Pati memastikan akan bertanggung jawab terhadap proses pemulihan pemain BJL 2000 tersebut.
“Kami berkomitmen membantu seluruh pembiayaan pengobatan dan terapi Rama hingga sembuh,” kata Rafi.
Menurutnya, keluarga Rama menyambut baik kedatangan pihak Safin Pati. Sang ibu, lanjut Rafi, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan dan berharap insiden serupa tidak kembali terjadi dalam dunia sepak bola usia muda.
Sebagai tindak lanjut atas peristiwa tersebut, Safin Pati juga telah menjatuhkan sanksi internal kepada pemain yang terlibat.
“Kami mengembalikan yang bersangkutan kepada orang tuanya untuk pembinaan lebih lanjut dan yang bersangkutan sudah tidak lagi berstatus sebagai siswa Safin Pati Sports School,” tegasnya.
Mengenai kondisi korban, Rafi menjelaskan hasil pemeriksaan menunjukkan Rama tidak mengalami patah tulang. Cedera yang dialami berupa dislokasi pada bahu kanan dan saat ini tengah menjalani terapi pemulihan.
“Tidak ada fraktur. Kondisinya dislokasi pada bahu kanan. Kami berharap Rama segera pulih dan bisa kembali beraktivitas, termasuk memperkuat tim EPA Borneo FC,” ujarnya.
Langkah yang diambil Safin Pati ini menjadi tindak lanjut setelah sebelumnya manajemen mengeluarkan pernyataan resmi berisi permintaan maaf, penjatuhan sanksi kepada pelaku, serta penegasan bahwa institusi tersebut tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan dalam sepak bola.
#virals #fyp #jangkauanluas
Manajemen Safin Pati Sports School mengambil langkah lanjutan menyusul insiden yang terjadi pada pertandingan Piala Soeratin U-17 Jawa Tengah 2026. CEO Safin Pati Sports School, Rafi Rizqullah Arifin, menemui langsung pemain BJL 2000 Semarang, Rama Jangkar, yang masih menjalani pemulihan di sebuah klinik fisioterapi di Kota Semarang, Rabu (29/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bentuk tanggung jawab sekaligus penyampaian permohonan maaf secara langsung kepada Rama dan keluarganya atas insiden yang terjadi pada laga Senin (27/7/2026).
Rafi mengatakan kedatangannya difasilitasi oleh manajemen Balasuga FA, tempat Rama menjalani latihan di Semarang. Dalam kesempatan itu, ia berbincang langsung dengan Rama yang didampingi sang ibu.
“Kedatangan ini tentunya untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi,” ujar Rafi.
Dalam pertemuan tersebut, Rafi juga mengetahui bahwa Rama ternyata pernah menjadi rekan setim dua siswa Safin Pati, Steven Jalung dan Daffa Zet, saat sama-sama memperkuat tim Elite Pro Academy (EPA) Borneo FC pada musim 2025/2026.
Selain menyampaikan permintaan maaf, Safin Pati memastikan akan bertanggung jawab terhadap proses pemulihan pemain BJL 2000 tersebut.
“Kami berkomitmen membantu seluruh pembiayaan pengobatan dan terapi Rama hingga sembuh,” kata Rafi.
Menurutnya, keluarga Rama menyambut baik kedatangan pihak Safin Pati. Sang ibu, lanjut Rafi, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan dan berharap insiden serupa tidak kembali terjadi dalam dunia sepak bola usia muda.
Sebagai tindak lanjut atas peristiwa tersebut, Safin Pati juga telah menjatuhkan sanksi internal kepada pemain yang terlibat.
“Kami mengembalikan yang bersangkutan kepada orang tuanya untuk pembinaan lebih lanjut dan yang bersangkutan sudah tidak lagi berstatus sebagai siswa Safin Pati Sports School,” tegasnya.
Mengenai kondisi korban, Rafi menjelaskan hasil pemeriksaan menunjukkan Rama tidak mengalami patah tulang. Cedera yang dialami berupa dislokasi pada bahu kanan dan saat ini tengah menjalani terapi pemulihan.
“Tidak ada fraktur. Kondisinya dislokasi pada bahu kanan. Kami berharap Rama segera pulih dan bisa kembali beraktivitas, termasuk memperkuat tim EPA Borneo FC,” ujarnya.
Langkah yang diambil Safin Pati ini menjadi tindak lanjut setelah sebelumnya manajemen mengeluarkan pernyataan resmi berisi permintaan maaf, penjatuhan sanksi kepada pelaku, serta penegasan bahwa institusi tersebut tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan dalam sepak bola.
#virals #fyp #jangkauanluas


































