REMBANG – Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Polres Rembang menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di halaman Satlantas Polres Rembang, Kamis (12/3/2026) pukul 16.30–17.30 WIB.
Apel dipimpin langsung oleh Bupati Rembang H. Harno, S.E. dan dihadiri Kapolres Rembang AKBP M. Faisal Pratama, S.I.K., S.H., M.H., Dandim 0720 Rembang Letkol Arm Winner Fradana Dieng, S.Sos., M.M.A.S., perwakilan Kejaksaan Negeri Rembang, para Pejabat Utama Polres Rembang, para Kapolsek jajaran, serta perwakilan instansi terkait seperti Dishub, Satpol PP, Dinkes, BPBD, dan Jasa Raharja.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan secara langsung terhadap kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta memperkuat koordinasi dan sinergitas lintas sektoral dalam rangka pengamanan Idul Fitri di wilayah Kabupaten Rembang.
Dalam amanatnya, pimpinan apel menyampaikan bahwa apel gelar pasukan merupakan wujud kesiapan seluruh unsur pengamanan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 sekaligus komitmen bersama untuk menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik maupun arus balik Lebaran.
Disampaikan pula bahwa menjelang Hari Raya Idul Fitri, mobilitas masyarakat diprediksi meningkat signifikan. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polri bersama TNI dan stakeholder terkait melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan sebanyak 161.243 personel gabungan.
Secara nasional juga telah disiapkan sebanyak 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu yang berfungsi sebagai pusat pelayanan dan pengamanan masyarakat selama masa mudik dan arus balik.
Selain fokus pada pengamanan arus lalu lintas, seluruh personel juga diminta untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas seperti kejahatan konvensional, aksi premanisme, balap liar, hingga potensi konflik antar kelompok masyarakat. Upaya preventif seperti peningkatan patroli, pendataan rumah kosong yang ditinggal pemudik, serta penyediaan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian juga terus dilakukan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Pimpinan apel juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Berdasarkan prediksi BMKG, pada masa arus mudik berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Di akhir amanatnya, pimpinan apel menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah serta instansi terkait yang telah mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Dengan soliditas dan sinergitas lintas sektoral, diharapkan pengamanan Lebaran tahun ini dapat berjalan optimal sehingga terwujud situasi yang aman, tertib, dan kondusif dengan semangat “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”


































