JEPARA, BERITAPATI.COM

Anastasya Helmi, wanita yang akrab dipanggil Tasya, adalah sosok wanita yang ambisius dalam mendapatkan sesuatu. Wanita Kelahiran 27 April ini tinggal di desa Krasak Kalinyamatan Jepara. Tasya saat ini mahasiswi Universitas Muria Kudus semester 6 yang mengambil Program Studi Akuntansi. Dalam kesehariannya Tasya disibukkan dengan membaca buku, membantu usaha kue keluarganya, dan terus mengembangkan bakat menari serta nyindennya. Tasya mulai dikenal banyak orang setelah ia memerankan sosok Ratu Kalinyamat dalam suatu event kebudayaan Kota Jepara yaitu Event Pesta Baratan 2019.
Pesta baratan sendiri merupakan event tradisi dan budaya Islam tahunan dan di selenggarakan pada malam nisyfu sa’ban sebagai bentuk kebahagiaan masyarakat Jepara menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yang berada Di Kalinyamatan Jepara. Pesta Baratan ini awal mulanya di selenggarakan oleh Yayasan Lembayung, karena mengira tradisi yang biasa di lakukan oleh anak-anak dan pemuda untuk keliling membawa lampion dan juga oncor sudah semakin hilang, maka yayasan lembayung membuat inisiatif dengan mengadakan pesta Baratan. Hal yang sangat dijadikan ciri khas dari event ini adalah arak-arak an Ratu Kalinyamat dan juga beberapa tarian khas. Yayasan Lembayung adalah suatu karang taruna yang kini sudah besar namanya, yang visinya adalah mengajak para generasi muda beserta masyarakat agar senantiasa nguri-nguri budoyo.
Tasya mulai bergabung dengan Yayasan Lembayung pada tahun 2017 dimana ia hanya memerankan lakon dayang ratu saja, namun dia tidak berhenti untuk mengikuti audisi di tahun berikutnya, di tahun 2018 ternyata ia masih berada di posisi dayang ratu, namun pada tahun 2019 dengan seluruh keyakinan dan ambisinya ia berhasil mendapatkan peran sosok Ratu Kalinyamat yang bijaksana.
Awalnya Tasya ingin bergabung dengan keluarga lemabayung karena ingin mewujudkan angan-angan almarhumah mamanya, apalagi ia sudah memiliki bakat nyinden sedari SMP. Hal inilah yang menjadikan Tasya untuk mengembangkan bakat nyindennya di Yayasan Lembayung. Ternyata tidak disangka, bahwa Tasya juga memiliki potensi untuk menari dengan luwes. Sejak ia menjadi keluarga dari yayasan lembayung ia menyadari bahwa ia bisa menari dan menjadiakannya semakin cinta dengan budaya Indonesia. Bahkan hingga saat ini tasya memiliki kesibukan baru, yaitu melatih tari untuk para pemuda lainnya, dan paling sering ia melatih tari di sebuah karang taruna yaitu Yayasan Lembayung. Tempat yang biasa dijadikan Tasya untuk latihan menari bersama beberapa temannya, adalah di pendopo Kecamatan Kalinyamatan Jepara


































