[image: 45 Template Patinews (54).jpg]
Misteri P3mb^n^h4n di Embung Terpus Kayen, Polisi Buru Rekan Jual Beli Barang Antik Korban
Kasus dugaan pembunuhan sadis mengguncang kawasan Embung Terpus, Desa Beketel, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Satreskrim Polresta Pati kini tengah mengerahkan tim Resmob untuk memburu seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku utama di balik tewasnya korban yang ditemukan di area embung tersebut.
Aparat kepolisian bergerak cepat dengan langsung menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa maraton sejumlah saksi kunci, termasuk warga yang pertama kali menemukan jasad korban.
Hasil Visum: Korban Dihantam Benda Tumpul dan Tajam Kapolresta Pati melalui Kasatreskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, mengonfirmasi bahwa indikasi kuat adanya tindak pidana pembunuhan ini diperkuat oleh hasil pemeriksaan medis awal (visum et repertum). Tim dokter forensik menemukan kombinasi luka fatal pada tubuh korban.
“Dari hasil visum ditemukan adanya bekas kekerasan, baik yang disebabkan oleh hantaman benda tumpul maupun luka akibat senjata atau benda tajam,” jelas Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, Jumat (22/5/2026).
Siasat Pelaku Kelabui Warga Berujung Kecurigaan Pihak kepolisian membeberkan sebuah kesaksian krusial dari warga setempat yang sempat berpapasan dengan terduga pelaku sebelum mayat korban ditemukan. Guna menutupi aksi bejatnya, pelaku sempat mencoba bersiasat dengan mengabarkan skenario palsu kepada warga sekitar.
Pelaku berdalih kepada warga bahwa temannya baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas. Namun, warga yang menaruh curiga kemudian berinisiatif mengecek ke lokasi yang dimaksud. Benar saja, korban yang sempat hilang dari titik awal akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam area Embung Terpus.
Motif Barang Antik dan Kendala Status Tunawisma Mengenai hubungan antara keduanya, Kompol Dika mengungkapkan bahwa korban dan pelaku ternyata sudah saling mengenal cukup dekat. Keduanya diketahui kerap beraktivitas bersama di sektor bisnis mistis dan benda kuno.
“Motifnya masih terus kita dalami karena tidak ada saksi mata yang melihat langsung eksekusi kejadian. Namun, dari informasi sementara, korban dan pelaku disebut memiliki aktivitas terkait jual beli barang antik atau barang-barang pusaka,” urai Kasatreskrim.
Saat ini, fokus bidikan kepolisian telah mengarah pada satu nama. Kendati demikian, polisi menghadapi tantangan geografis karena profil pelaku yang tidak stabil.
“Yang kami curigai satu orang dan saat ini masih dalam pengejaran intensif oleh Tim Resmob Polresta Pati. Kendala utama di lapangan adalah yang bersangkutan dikenal sebagai tunawisma; tidak memiliki tempat tinggal tetap dan kerap berpindah-pindah tempat,” tegas Kompol Dika.
Polresta Pati mengimbau keras kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Kayen dan sekitarnya, yang melihat pergerakan orang mencurigakan atau mengetahui keberadaan terduga pelaku untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi layanan darurat bebas pulsa 110.
#pati #jateng #virals #jangkauan #fyp
Misteri P3mb^n^h4n di Embung Terpus Kayen, Polisi Buru Rekan Jual Beli Barang Antik Korban
Kasus dugaan pembunuhan sadis mengguncang kawasan Embung Terpus, Desa Beketel, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Satreskrim Polresta Pati kini tengah mengerahkan tim Resmob untuk memburu seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku utama di balik tewasnya korban yang ditemukan di area embung tersebut.
Aparat kepolisian bergerak cepat dengan langsung menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa maraton sejumlah saksi kunci, termasuk warga yang pertama kali menemukan jasad korban.
Hasil Visum: Korban Dihantam Benda Tumpul dan Tajam Kapolresta Pati melalui Kasatreskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, mengonfirmasi bahwa indikasi kuat adanya tindak pidana pembunuhan ini diperkuat oleh hasil pemeriksaan medis awal (visum et repertum). Tim dokter forensik menemukan kombinasi luka fatal pada tubuh korban.
“Dari hasil visum ditemukan adanya bekas kekerasan, baik yang disebabkan oleh hantaman benda tumpul maupun luka akibat senjata atau benda tajam,” jelas Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, Jumat (22/5/2026).
Siasat Pelaku Kelabui Warga Berujung Kecurigaan Pihak kepolisian membeberkan sebuah kesaksian krusial dari warga setempat yang sempat berpapasan dengan terduga pelaku sebelum mayat korban ditemukan. Guna menutupi aksi bejatnya, pelaku sempat mencoba bersiasat dengan mengabarkan skenario palsu kepada warga sekitar.
Pelaku berdalih kepada warga bahwa temannya baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas. Namun, warga yang menaruh curiga kemudian berinisiatif mengecek ke lokasi yang dimaksud. Benar saja, korban yang sempat hilang dari titik awal akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam area Embung Terpus.
Motif Barang Antik dan Kendala Status Tunawisma Mengenai hubungan antara keduanya, Kompol Dika mengungkapkan bahwa korban dan pelaku ternyata sudah saling mengenal cukup dekat. Keduanya diketahui kerap beraktivitas bersama di sektor bisnis mistis dan benda kuno.
“Motifnya masih terus kita dalami karena tidak ada saksi mata yang melihat langsung eksekusi kejadian. Namun, dari informasi sementara, korban dan pelaku disebut memiliki aktivitas terkait jual beli barang antik atau barang-barang pusaka,” urai Kasatreskrim.
Saat ini, fokus bidikan kepolisian telah mengarah pada satu nama. Kendati demikian, polisi menghadapi tantangan geografis karena profil pelaku yang tidak stabil.
“Yang kami curigai satu orang dan saat ini masih dalam pengejaran intensif oleh Tim Resmob Polresta Pati. Kendala utama di lapangan adalah yang bersangkutan dikenal sebagai tunawisma; tidak memiliki tempat tinggal tetap dan kerap berpindah-pindah tempat,” tegas Kompol Dika.
Polresta Pati mengimbau keras kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Kayen dan sekitarnya, yang melihat pergerakan orang mencurigakan atau mengetahui keberadaan terduga pelaku untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi layanan darurat bebas pulsa 110.
#pati #jateng #virals #jangkauan #fyp

































